Semua Panik ! Data Nasabah BRI Life Diretas Hacker Hingga Dijual $7000


Peretasan BRI Life hingga penjualan data nasabah merupakan kejadian yang paling heboh. Pasalnya, 2 juta data nasabah yaang bocor dijual dengan harga $7000 atau sekitar Rp101 juta di forum hacker. Para analis menduga bahwa kebocoran data berawal dari peretasan situs.

Postingan awal kebocoran data nasabah BRI Life tercatat pada tanggal 27 Juli 2021 di forum dan hacker tersebut menjual dokumen sensitif yang ada di database milik BRI Life dan diperkirakan total ukuran database sebesar 252 GB dengan total dokumen 463,519. Meskipun unggahan postingan penjualan data nasabah tercatat pada 27 Juli, nyatanya di video terlihat tanggal 26 Juli 2021.

Untuk membuktikan bahwa ia benar-benar meretas situs BRI Life, sang hacker pun membuatkan video yang berisi dokumen-dokumen milik nasabah. Informasi dokumen yang terpampang dalam video antara lain yaitu alamat, nomor lab, id pasien, nama pasien, nama pemeriksaan, jenis kelamin, nomor telepon dan lainnya.

Rincian file dokumen yang di videokan sang hacker dimuat dalam bentuk PDF, dan data itu berisikan KTP, nomor rekening, nomor wajib pajak, rekam medis dan dokumen sensitif lainnya.

Bahkan, perusahaan Israel Hudson Rock turut melacak pergerakan sang hacker dan memberitahu bahwa mereka telah berhasil masuk akses ke perusahaan BRI Life.

BRI Life Angkat Bicara Perihal Data Nasabah Bocor

Ade Ahmad Nasution, selaku Corporate Secretary BRI Life menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang bekerja sama dengan spesialis keamanan digital untuk melakukan investigasi jejak digital lebih mendalam terkait kebocoran data nasabah.

Tak hanya itu, Ade Ahmad Nasution juga menegaskan BRI Life tidak pernah memberikan informasi data pribadi ke siapapun di luar tanggung jawab BRI Life. Bahkan ia juga menjamin keamanan polis bagi pemilik polis.

"BRI Life terus melakukan upaya maksimal untuk melindungi data pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Ade.

“BRI Life berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi sebanyak mungkin masyarakat di Indonesia dengan terus mengembangkan penerapan prinsip tata kelola yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambah Ade. 

Ade menambahkan bahwa jika ada seseorang yang mengatasnamakan pihak BRI Life atas kepemilikan hak kepemilikan polis maupun bertanya seputar data pribadi, pemegang polis diharapkan langsung melapor ke layanan resmi BRI Life melalui Call Center 1500087, WhatsApp 08119350087, atau email cs@brilife.co.id. 

Posting Komentar

0 Komentar