WhatsApp Pink Sang Pencuri Data yang Berbahaya

WhatsApp Pink
    Credit: iStock

Jenis virus WhatsApp kini kembali lagi. WhatsApp mod Pink, salah satu yang aplikasi yang ditemukan oleh peneliti dengan segudang fitur menarik nan berbahaya. Tidak hanya mengubah warna WhatsApp melainkan juga bisa mencuri file yang ada di Android.

Hampir serupa dengan WhatsApp Gold, WhatsApp Pink memiliki fitur unggulan dalam memata-matai pengguna, salah satunya yaitu akan membalas otomatis pesan yang masuk. Beberapa aplikasi yang bisa direspon oleh WhatsApp Pink antara lain Viber, Signal, Telegram dan Skype.

WhatsApp Pink adalah aplikasi WhatsApp palsu yang pertama kali ditemukan minggu ini, dengan pose sebagai versi aplikasi resmi bertema "pink". Aplikasi WhatsApp palsu ini menyertakan kode berbahaya yang memungkinkan penyerang untuk sepenuhnya menyusupi perangkat, sebagian besar infeksi dilaporkan oleh pengguna WhatsApp di India.

Pakar keamanan Rajshekhar Rajaharia baru-baru ini menemukan bahwa WhatsApp Pink dapat menyebar melalui pesan obrolan grup yang berisi tautan unduhan APK.

Tautan yang dibagikan melalui pesan grup mengarah ke halaman tempat pengunjung dapat mengunduh APK WhatsApp Pink (WhatsappPink.apk). Dilain sisi, peneliti malware dari ESET Lukas Stefanko juga menemukan malware Android yang menerapkan kemampuan wormable, seperti WhatApp Pink, menyebar melalui pesan obrolan WhatsApp.

"Versi terbaru dari Trojan ini tidak mengirim tanggapan otomatis hanya untuk pesan yang datang dari WhatsApp, tetapi juga ke pesan yang diterima di aplikasi perpesanan instan lainnya, yang dapat menjadi alasan penyebarannya yang lebih luas," kata Stefanko.

“Korban kemudian akan menerima pesan, yang harus mereka balas agar tanpa disadari menyebar lebih jauh.” seperti postingan yang diterbitkan oleh ESET. Para ahli dari ESET Security berspekulasi bahwa aplikasi sedang dalam pengembangan atau dalam artian "versi percobaan," dan varian yang lebih berbahaya dapat dikembangkan di masa depan.

WhatsApp Pink sendiri dirancang benar-benar mirip WhatsApp aslinya, namun yang berbeda di sini adalah warna yang digunakan yaitu merah muda, yang mana akan banyak disukai oleh kaum hawa. Tautan yang disebarluaskan oleh aplikasi ini tidak lain adalah virus yang sudah dimodifikasi agar dapat membalas pesan otomatis.

Kemungkinan di versi ini hanya uji coba saja, belum versi final. Artinya, sewaktu-waktu pembuat WhatsApp Pink dapat menambahkan fitur untuk menyadap WhatsApp serta mencuri file yang ada di perangkat korban secara keseluruhan.

Perlu juga dicatat bahwa, tidak ada tautan atau apa pun yang dapat mengubah logo asli atau warna aplikasi WhatsApp. Jika ada perubahan logo, harus ada pengumuman resmi dari perusahaan untuk hal yang sama. Jika tidak, ini adalah cara baru untuk menipu pengguna dan mencuri akses ke akun mereka.

Menurut laporan, pakar keamanan siber di India memperingatkan pengguna WhatsApp agar tidak menjadi mangsa tautan virus dari WhatsApp Pink. Pesan yang beredar di platform perpesanan tersebut juga mengklaim akan menghadirkan beberapa fitur baru.

Pakar keamanan siber menyarankan bahwa, mengklik tautan jahat akan meretas ponsel pengguna dan memberikan akses ke akun WhatsApp. Dikatakan juga, jika pengguna mengklik tautan WhatsApp Pink, ada kemungkinan besar akan kehilangan akses ke akun WhatsApp dan penyerang akan membajaknya untuk tindakan berbahaya lain seperti menipu dan terus menyebarkan tautan ke semua kontak atau grup.

Pakar cybersecurity independen Rajshekhar Rajaharia memposting di platform Twitter yang mengatakan, “Waspadalah terhadap WhatsApp Pink !! Virus sedang menyebar di grup WhatsApp dengan tautan unduhan APK. Jangan klik tautan apa pun dengan nama #WhatsappPink. Akses lengkap ke ponsel Anda akan hilang.” Beberapa pengguna WhatsApp dilaporkan berbagi tautan berbahaya di grup tetapi ini harus segera dihentikan.

Direktur firma intelijen cyber Voyager Infosec Jiten Jain menyarankan agar pengguna WhatsApp tidak boleh menginstal APK atau aplikasi seluler apa pun selain yang tersedia di Play Store atau App Store resmi.

“Aplikasi berbahaya semacam itu dapat digunakan untuk membahayakan ponsel Anda dan mencuri data pribadi seperti –foto, sms, kontak, dll. Malware berbasis keyboard dapat digunakan untuk melacak semua yang Anda ketik. Ini dapat digunakan untuk menangkap dan mencuri kata sandi bank. Kasus Pink WhatsApp atau WhatsApp Gold saat ini juga kasus malware yang menyamar sebagai aplikasi fitur WhatsApp palsu,” kata Jain.

Berikut tips cara aman menghindari link berbahaya di WhatsApp Pink:
  1. Identifikasi link yang dikirimkan melalui karakter kata kunci di URL
  2. Periksa kesalahan ejaan dan tata bahasa
  3. Jangan mengklik link apapun yang mengklaim hadiah gratis maupun menjanjikan fitur menarik lain
  4. Jika sudah terlanjur menginstallnya, segera hapus cache dan cookie di perangkat
  5. Jika meminta izin akses tertentu, tolak dan uninstall aplikasi
  6. Restart

Posting Komentar

0 Komentar