Malware Tersembunyi Berkedok Cheat Call of Duty Berhasil Terungkap

CallofDuty-Warzone-gameplay

Cheater memang merugikan bagi pemain lain, tetapi kini juga merugikan dirinya sendiri sebab peneliti menemukan malware yang menargetkan gamers khususnya pemakai cheat game Call of Duty: Warzone. Temuan ini berhasil diungkap oleh peneliti dari Activision dalam laporannya pada 24 Maret lalu.

Call of Duty: Warzone merupakan salah satu game paling populer saat ini yang dirilis pada 10 Maret 2020. Untuk memainkan game ini, setidaknya kamu harus memenuhi kriteria spesifikasi mulai dari CPU, RAM, HDD/SSD dan pastinya jaringan internet yang kuat serta stabil.

Karena basisnya Call of Duty: Warzone banyak digunakan di Windows, para hacker kini memutar otak untuk mendapatkan mangsa barunya dan caranya adalah menyembunyikan malware berbahaya yang disebut sebagai 'Cod Dropper v0.1'.

Cheat yang biasa digunakan oleh pemain Call of Duty: Warzone pada umumnya seperti wallhack, auto-aim, esp-hack, radarhack dan masih banyak lagi. Tak sedikit pula banyak orang yang berbisnis jual-beli cheat Call of Duty di sosial media dengan harga terjangkau.

Malware Call of Duty: Warzone

Pada awalnya, malware 'Cod Dropper v0.1' diketahui telah ada sejak Maret 2020 dengan salah seorang yang memposting tutorial cara menggunakan cheat palsu Call of Duty di forum hacker. Karena dinilai menarik, postingan tersebut sudah dilihat lebih dari 10.000 orang oleh sesama anggota. Bahkan antar anggota saling membantu bagaimana cara menggunakan malware RAT yang dibungkus ke dalam cheat palsu COD Warzone ini.

Untuk menggoyahkan perhatian para gamers, malware ini dirancang sedemikian rupa yang dilengkapi dengan banyak fitur cheat seperti aimbot, crosshair, infinity ammo, jump hack, wallhack dan lainnya. Dalam mencari targetnya, Cod Dropper a.k.a malware ini disebarluaskan secara gratis di platform sosial media.


Pada Desember 2020, seorang yang kita sebut sebagai 'Black Hat' juga memposting malware tersebut di forum lain dengan file yang sama yaitu menawarkan Cod Dropper v0.1, tetapi kali ini diperjual belikan dengan harga $50 - $100.

Menurut laporan VICE, malware ini dibuat khusus untuk melakukan aktivitas kegiatan menambang cryptocurrency dengan memanfaatkan komputer dari para gamers yang umumnya mempunyai spesifikasi mumpuni dan bertenaga, tapi ada file lain yang kemungkinan telah ditambahkan dalam malware ini untuk bekerja jauh lebih berbahaya.

Tutorial yang diajarkan hacker mengharuskan pengguna cheat untuk menonaktifkan antivirus yang ada di komputer sehingga dapat bekerja sebagaimana mestinya. Dengan cara seperti ini, seharusnya tidak banyak orang yang menjadi korban karena mau bagaimanapun keamanan antivirus selalu aktif untuk mencegah terjadinya penyebaran virus, malware, trojan hingga ransomware.

Posting Komentar

0 Komentar