Anjlok! Bitcoin Tersungkur 200 Juta dalam Seminggu, Apa Penyebabnya?

bitcoin-logo-new

Setelah mencapai nilai tertinggi, harga Bitcoin kembali terjun bebas hingga saat ini diperdagangkan sekitar $49,219 berdasarkan data mata uang yang disediakan Morningstar dan Coinbase. Tak menutup kemungkinan di setiap platform trading akan menampilkan info harga yang berbeda.

Bitcoin telat mencapai All Time High sepanjang masa yang berhasil menembus harga jual mencapai Rp941 juta pada tanggal 14 April 2021. Pencapaian Bitcoin di harga tertingginya mulai dari pukul 12:55 WIB - 18:25 WIB, dan setelah itu turun menuju harga Rp911 juta pada pukul 21:20 WIB.

Menurut laporan yang diterbitkan CNBC International bahwa lebih dari $200 miliar telah di withdraw dari seluruh pasar mata uang kripto. Induk dari seluruh aset kripto dalam hal ini adalah Bitcoin yang tidak sanggup menahan harga tertingginya akibat dollar menguat dan penyebab harga Bitcoin turun ialah adanya kebijakan perpajakan dari presiden Joe Biden AS yang belakangan ini viral diperbincangkan.

Penurunan drastis terjadi pada tanggal 18 April 2021 tepatnya pada pukul 10:25 WIB yang berada di kisaran Rp769 juta, namun direcovery kembali pada 19 April 2021 yang mulai kembali merangkak di angka Rp834 juta. Lagi-lagi kenaikan harga Bitcoin tak dapat bertahan lama.

Hari berikutnya, Bitcoin dengan luar biasa mampu nanjak kembali dalam waktu sehari, meskipun tidak bisa melebihi harga sebelumnya, ini catatan yang harus dipertimbangkan bagi para traders bahwa Bitcoin bisa recovery harga dengan sangat cepat.

Pemerintah yang dipimpin Biden diperkirakan akan menaikkan pajak keuntungan modal jangka panjang untuk orang terkaya Amerika menjadi 43,4%, termasuk pajak tambahan. Itu akan lebih tinggi daripada tarif pajak federal atas pendapatan upah. Tarif pajak baru akan berlaku untuk pengembalian aset yang disimpan dalam akun kena pajak dan dijual setelah lebih dari satu tahun.

Ini memicu aksi jual di pasar saham semalam, dengan ketiga indeks utama AS mengakhiri sesi Kamis di zona merah.

Analis mengatakan kekhawatiran atas proposal pajak capital gain Joe Biden mungkin meluas ke investor crypto, yang telah mengalami tahun yang hebat dengan harga bitcoin telah naik lebih dari enam kali lipat dalam 12 bulan terakhir.

“Pasar telah berjalan cukup tinggi secara keseluruhan, dan mungkin akan mendingin sebelum langkah berikutnya,” Vijay Ayyar, kepala pengembangan bisnis di bursa cryptocurrency Luno, mengatakan kepada CNBC International.

Mata uang kripto, terutama Bitcoin telah diterima di kalangan investor dan perusahaan raksasa, seperti Tesla, Mastercard, dan BNY Mellon.

Goldman Sachs, bank investasi multinasional, mengatakan akan mulai menawarkan peluang investasi dalam bitcoin dan aset digital lainnya.

Menurut laporan media berita USNews, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya akan dikenakan biaya pajak, baik itu transaksi keuntungan ataupun kerugian dari setiap pemilik aset, kata Steve Skancke, kepala penasihat ekonomi di Keel Point.

Berikut poin penting mengapa Bitcoin dikenakan biaya pajak, ini yang harus kamu ketahui:
  • Bitcoin adalah properti, bukan mata uang
  • Pemilik aset kripto wajib membayar biaya pajak
  • Melaporkan aset kripto kepada Internal Revenue Service (IRS)
Karena mata uang dollar serta Bitcoin tak bisa dijauhkan, mereka saling memiliki keterkaitan, jika mata uang dollar menguat, maka tak menutup kemungkinan harga Bitcoin mengalami perubahan harga sangat cepat terlebih lagi kebijakan perpajakan yang akan ditetapkan, dan itu akan memaksa Bitcoin untuk merosot kebawah dalam jumlah yang besar.

IRS merupakan lembaga federal di Amerika yang mengumpulkan pajak dari setiap individu. Dengan perkembangan Bitcoin yang tinggi, IRS menganggap Bitcoin sebagai aset modal yang tidak ada bedanya dengan investasi atau transfer ke pihak lain sebagai metode pembayaran untuk barang dan jasa.

Dilansir dari media berita USNews, bahwa pemilik aset Bitcoin yang telah melakukan hold lebih dari satu tahun sebelum menjualnya dengan keuntungan, maka hanya perlu membayar pajak capital gain sebesar 15%, sementara seseorang yang memiliki penghasilan mencapai $441,450 akan dikenai biaya pajak sekitar 20%.

Akibat dari kebijakan biaya pajak tersebut, harga Bitcoin mengalami penurunan bersamaan dengan aset kripto lain. Penurunan kembali dimulai dari tanggal 22 April 2021 pukul 23:20 WIB dan nilai dasarnya yakni Rp697 juta menurut grafik TradingView. Hingga saat ini, Bitcoin mencoba untuk merangkak naik untuk mendapatkan harga normalnya yaitu Rp840 juta, tetapi penggemar cryptocurrency berharap Bitcoin melesat lagi hingga Rp900 juta dan dilanjutkan hingga Rp1 miliar.

Posting Komentar

0 Komentar