533 Juta Data Pengguna Facebook Bocor Dibagikan Gratis, Indonesia Termasuk

logo-smartphone-facebook

Ratusan juta data pengguna Facebook yang bocor dibagikan secara gratis di forum populer kemarin. Hingga saat ini, belum ada yang menginformasikan apakah Facebook pernah diretas sebelumnya atau tidak. Tapi, kemungkinan besar ini merupakan data dari hasil phising yang pernah beredar di internet.

Dari total yang dibagikan ada sekitar 533,313,128 juta dengan korban di 106 negara dan mencakup informasi seputar profil Facebook seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat email, jenis kelamin, kota, negara, tanggal lahir dan masih banyak lagi.

Platform sosial media yang satu ini memang penuh masalah soal keamanan terlebih lagi kurangnya perhatian terhadap kebocoran data. Tidak seperti kebanyakan perusahaan yang bocor datanya, Facebook sama sekali tidak memberikan informasi kepada pengguna mengenai hal itu. 

Berikut ini adalah negara dengan kebocoran data Facebook terbanyak sepanjang sejarah:
  • Angola 50,889
  • Estonia 87,533
  • Georgia 95,193
  • Azerbaijan 99,472
  • Korea Selatan 121,744
  • Indonesia 130,331
  • Cyprus 152,321
  • Serbia 162,898
  • Brunei Darussalam 213,795
  • Slovenia 229,039
  • Botswana 240,606
  • Iran 301,723
  • Ecuador 310,259
  • Honduras 377,045
  • Jamaica 385,890
  • Bulgaria 432,473
  • Jepang 428,625
  • Norwegia 475,809
  • Albania 506,602
  • Afghanistan 558,393
  • Yunani 617,722
  • Denmark 639,841
  • Kroasia 659,115
  • China 670,334
  • Taiwan 734,807
  • Mauritius 848,558
  • Filipina 879,699
  • Ghana 1,027,969
  • Swedia 1,092,140
  • Austria 1,249,388
  • Czech Republic 1,375,988
  • Finlandia 1,381,569
  • Irlandia 1,449,919
  • Bahrain 1,450,124
  • Costa Rica 1,464,002
  • Panama 1,502,310
  • Uruguay 1,509,317
  • Switzerland 1,592,039
  • Guatemala 1,645,068
  • Lebanon 1,829,661
  • Cameroon 1,997,658
  • Portugal 2,277,361
  • Argentina 2,347,553
  • Qatar 2,526,694
  • Polandia 2,669,381
  • HongKong 2,937,841
  • Bolivia 2,959,209
  • Singapura 3,073,009
  • Yordania 3,105,988
  • Belgium 3,183,584
  • Kazakhstan 3,214,990
  • Kanada 3,494,385
  • Palestina 3,367,576
  • Bangladesh 3,816,339
  • Israel 3,956,428
  • Libya 4,204,514
  • Kuwait 4,468,134
  • Yemen 4,617,359
  • Oman 5,048,532
  • Belanda 5,430,388
  • Jerman 6,054,423
  • Chile 6,889,083
  • Syria 6,939,528
  • United Arab Emirates 6,978,927
  • Australia 7,320,478
  • Brazil 8,064,916
  • Peru 8,075,317
  • Nigeria 9,000,131
  • Sudan 9,464,772
  • Russia 9,996,405
  • Spanyol 10,894,206
  • Algeria 11,505,898
  • Inggris 11,522,328
  • Malaysia 11,675,894
  • Mexico 13,330,561
  • Afrika 14,323,766
  • Iraq 17,116,398
  • Kolombia 17,957,908
  • Morocco 18,939,198
  • Turki 19,638,821
  • Prancis 19,848,559
  • Saudi Arabia 28,804,686
  • Amerika Serikat 32,315,282
  • Italia 35,677,323
  • Tunisia 39,526,412
  • Mesir 44,823,547
Menurut penjelasan Facebook, database yang dibocorkan ini merupakan data lama yang sudah dilaporkan tahun lalu, dan pihaknya telah memperbaiki serta meningkatkan keamanan yang ketat untuk menjaga kebocoran yang lebih besar lagi.


Sebelumnya, pada Desember 2019 juga pernah terjadi insiden kebocoran data Facebook oleh seorang peneliti keamanan di Ukraina yang menemukan database nomor telepon dan id unik sebanyak 267 juta pengguna Facebook, dan mungkin salah satu database yang dibocorkan baru-baru ini juga sama dengan database lama yang pernah tersebar luas di internet.

Ini bukan pertama kalinya data bocor milik Facebook disebarluaskan, ada juga penjualan database Facebook melalui Telegram bot dengan cara membeli satu kredit seharga $20 untuk melihat pencarian tunggal dan maksimal yang dijual yaitu 10.000 kredit dengan harga $5.000.

Informasi mengenai bot Telegram tersebut mengonfirmasi bahwa data yang dibobol itu asli bahkan untuk pengguna yang menyembunyikan nomor mereka dari profil publik mereka. Ini menyiratkan bahwa pengguna Facebook yang mengaktifkan otentikasi dua faktor untuk pemulihan akun juga dapat membuka nomor telepon mereka melalui bot Telegram.

Untuk mencegah pembobolan akun Facebook, pengguna disarankan untuk segera mengganti kata sandi dan mengaktifkan two-factor autehtication dan selalu periksa aktivitas akun terhadap login yang tidak dikenal. Selain itu, jangan gunakan nomor telepon pribadi karena kemungkinan bisa diperjualbelikan kembali nomor telepon tersebut kepada penjahat dunia maya.

Posting Komentar

0 Komentar