Apa Itu Viplus? Cara Kerja, Legalitas Hingga Diduga Vtube Jilid II


Setelah Vtube menghilang, kini aplikasi penghasil uang datang lagi dengan nama Viplus. Ya, sebelumnya kita pernah mendengar 'katanya' aplikasi Vtube versi baru akan dirilis di bulan Maret 2021, tetapi sudah ditunggu oleh banyak masyarakat dan hingga saat ini tidak kunjung diluncurkan. Mari kita ulas selengkapnya mengenai skema kerja dan cara menghasilkan uang di aplikasi Viplus.

Apa Itu Viplus?

Viplus merupakan aplikasi penghasil uang, tetapi dengan skema yang berbeda daripada aplikasi Vtube. Viplus ini menggunakan skema piramida dengan menjual produk yang mereka miliki sedangkan Vtube lebih mengarah ke skema ponzi. Pendapatan di Vtube dihasilkan dari orang baru yang mendaftar dan pendapatan di Viplus didapat dari hasil penjualan produk yang tersedia.

Sistem yang paling bobrok adalah di Vtube. Mengapa demikian? Mereka merancang aplikasi penghasil uang, namun nyatanya bekerja dengan menonton iklan. Iklan yang dihasilkan padahal dari Admobs, Mopub dan berbagai macam advertising di dalamnya. Siapa yang diuntungkan? Jelas Vtube. Jutaan dollar telah masuk ke rekening pendiri dan developer mereka, sedangkan para member mendapatkan penghasilan dari jual-beli VP itu sendiri bukan dari penarikan dana atas nama PT. Future View Tech. Lalu, bagaimana dengan Viplus?.

Viplus bukanlah penerus dari Vtube melainkan keduanya dibangun sendiri. Viplus dimiliki oleh entitas PT. Komunitas Cerdas Indonesia, sedangkan Vtube dipegang oleh PT. Future View Tech. Jadi, kalau ada isu Viplus bagian dari Vtube itu adalah hoax.

Informasi singkat Viplus:
  • Brand company PT. Komunitas Cerdas Indonesia
  • Didirikan pada tahun 2020
  • Pendiri Wilbert Karimun & Yunita Atmodjo
  • Skema kerja Piramida
  • Lokasi kantor (Tidak Diketahui)
  • Nomor telepon ( Tidak Diketahui)
Sebelum memulai, sediakan cemilan dan kopi terlebih dahulu. Baiklah, kita mulai dengan perusahaan PT. Komunitas Cerdas Indonesia. Berikut ini adalah profil perusahaan PT. Komunitas Cerdas Indonesia:
  • Notaris Dheasy Suzanti, SH.,M.KN
  • Nomor SK AHU-12956.40.10.2014
  • Alamat Bellanova Country Mall RK 5 No. 8 Sentul Bogor 16810
  • Nomor TBN 41010
  • Didirikan pada tahun 2014
  • Industri Media, Entertainment & Advertising
  • Website www.myfunbizz.com
Sedangkan profil dari Viplus sendiri tidak diketahui kelengkapannya, tetapi ia terdaftar di Direktorat Tata Kelola Aptika dengan nomor 000328.01/DJAI.PSE/03/2021 pada tanggal 16 Maret 2021 atas nama PT. Komunitas Cerdas Indonesia. Dilihat dari websitenya, Viplus tidak mencantumkan alamat kantor aslinya melainkan menampilkan alamat dari Kementerian Dalam Negeri begitu juga dengan alamat emailnya. Mungkin pemirsa bisa melaporkan ke pihak berwenang karena menggunakan informasi palsu.

Berikut ini adalah profil website Viplus.id:
  • Domain ID PANDI-DO5150248
  • Terdaftar pada tanggal 2020-12-10
  • Kadaluarsa pada tanggal 2021-12-10
  • CMS WordPress
  • Web server Cloudflare
  • Email server Microsoft Outlook
  • Plugin WP Elementor, Revslider, Wpforms-lite, Masterslider, Woocomerce, Contact-Form7, dan Pixfort-core
  • Theme WP Essentials

Cara Kerja Viplus


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cara kerja Viplus adalah menjual produk yang disediakan di website mereka dan kedua produk itu ialah Dietox serta ViBoost, yang mana para member diharuskan untuk berbelanja menggunakan uang rupiah. Setelah belanja, member akan mendapatkan Purchase Point (PP). Point inilah yang harus dikumpulkan setiap member untuk mendapatkan bintang yang lebih tinggi. Level tertinggnya adalah bintang 6 dengan 25.000 PP, tetapi untuk mendapatkan penghasilan tersebut, member harus menyelesaikan misinya.

Layaknya aplikasi Vtube, Viplus juga menggunakan sistem refferal untuk menambah penghasilan member. Apabila member baru telah berbelanja dari kedua produk yang disediakan Viplus maka perhitungannya seperti ini, 10% x 5.000 PP, 10% X 10.000 PP dan 10% x 25.000 PP.

Kesimpulan

Hingga saat ini aplikasi dari Viplus belum diluncurkan di Google Play Store dan lucunya lagi adalah website yang mereka buat terlihat tidak profesional sebagaimana atas nama yang didaftar yaitu menggunakan perusahaan PT. Komunitas Cerdas Indonesia, yang seharusnya seluruh desain terlihat sempurna dan mahal. Bagaimana membayar para member kalau websitenya masih berantakan? Yakan.

Satu lagi, jika kamu mengunjungi alamat situsnya, lalu pilih navigasi Legals dan bacalah semua isinya. Sungguh tidak jelas semua, wahai pemirsa. Mereka tampaknya memang mengincar para orang tua yang belum mengerti apapun, bukan tanpa sebab, karena desain dari website juga tidak kelihatan serius. Oleh karena itu, sebarkan informasi seperti ini ke kerabat dan keluarga agar mereka tahu nyari uang tidak semudah menjual produk berbasis skema piramida alias keuntungan banyak untuk mereka sendiri bukan berbagi dengan para member. Mungkin lebih untung buka usaha online, untung sendiri dan tidak ada aturan sistem refferal dan yang pastinya LEGAL dan HALAL.

Posting Komentar

0 Komentar