Perbedaan UEFI dan BIOS yang harus kamu ketahui

Pengertian-BIOS-dan-UEFI

Local-Hunter.com - Apakah kamu sudah paham apa perbedaan BIOS dan UEFI? Jika belum, artikel ini sangat tepat sekali untuk dibaca sampai tuntas agar lebih mendapat wawasan yang luas seputar komputer. Dalam hal ini, kamu juga harus mempelajari cara memilih sistem partisi yang tepat baik itu MBR atau GPT.

UEFI atau BIOS, mana yang lebih baik dan mana yang harus kamu gunakan? Dua antarmuka firmware untuk komputer yang berfungsi sebagai juru bahasa antara sistem operasi dan firmware komputer. Kedua antarmuka ini menginisialisasi komponen hardware saat komputer dinyalakan sebelum masuk ke sistem operasi yang disimpan di hard drive. Oiya, Firmware yang dimaksud adalah sebuah chip ROM yang bekerja pada saat komputer pertama kali dinyalakan, ini adalah jembatan bagi sistem operasi dan hardware yang dikenal sebagai BIOS atau UEFI.

Apa Itu BIOS?

BIOS (Basic Input Output System) bekerja dengan membaca sektor pertama hard drive yang memiliki alamat perangkat berikutnya untuk diinisialisasi untuk dieksekusi. BIOS memperlukan perangkat boot yang dipilih untuk memulai sistem operasi. Pertama kali BIOS digunakan yaitu pada era MS-DOS dan hingga kini masih berfungsi dalam mode 16-bit yang membatasi jumlah kode agar dapat dibaca dan dijalankan dari ROM firmware.


BIOS merupakan bagian terpenting bagi komputer yang berhadapan langsung dengan hardware dan memastikan semua perangkat terpasang dengan baik hingga saatnya menjalankan bootloader yang sudah terinstall. Jika hardware yang dipasang tidak memenuhi standar yang baik, maka proses loading boot tidak akan berjalan sempurna yang ditandai dengan bunyi beep, yang artinya komputer memiliki masalah. Jikalau yang bermasalah adalah baterai CMOS biasanya akan muncul tulisan "CMOS Checksum Bad" dan "CMOS Date/Time Not Set". 

Apa Itu UEFI?

UEFI (Unified Extensible Firmware Interface) tidak berbeda jauh namun melakukan tugas yang sama. Ini menyimpan semua informasi tentang inisialisasi dan startup dalam file yang memiliki ekstensio sebagai .efi. File ini disimpan di hard drive di dalam partisi khusus yang disebut sebagai EFI System Partition (ESP). Partisi ESP juga berisi program boot loader untuk sistem operasi yang di install di komputer.

UEFI dirancang sepenuhnya untuk menggantikan BIOS terutama dalam peningkatan yang sebelumnya tidak dijumpai di BIOS serta menghilangan batasan jenis firmware lama. Singkatnya, UEFI jauh lebih sempurna untuk digunakan pada komputer saat ini.

Menembus Batasan Ukuran

BIOS menggunakan Master Boot Record (MBR) untuk menyimpan informasi tentang data hard drive sedangkan UEFI menggunakan tabel partisi GUID (GPT). Perbedaan yang paling mendasar adalah BIOS menggunakan MBR dengan entry 32-bit dalam tabel yang dibatasi dengan total partisi fisik menjadi 4. Sementara UEFI menggunakan GPT dengan entry 64-bit yang memperluas ukuran untuk hard drive.

Selain itu, UEFI juga mendukung HDD dan SDD yang lebih besar. Batas ukuran dari UEFI untuk drive yang dapat di boot lebih dari 9 zettabyte sementara BIOS hanya melakukan boot dari drive sekitar 2,2 terabyte jauh lebih kecil dibanding dengan UEFI.

Performa

UEFI tidak selalu bergantung kepada platform karenanya ia mungkin akan meningkatkan waktu boot dan kecepatan komputer. Sebab, mungkin saja kamu memiliki hard drive yang cukup besar yang telah terpasang di komputer. Performa UEFI juga sangat bergantung terhadap konfigurasi yang sebelumnya sudah kamu lakukan. Peningkatan waktu boot tidak akan terlihat secara keseluruhan karena hanya pengembang yang dapat menggunakan lingkungan shell UEFI untuk mengoptimalkan kinerja sistem.

Keamanan

Secure Boot adalah fitur yang dimiliki oleh UEFI yang sudah diterapkan pada Windows 8 dan Windows 10. Manfaat keamanan inilah yang menjadi alasan sebagian orang memilih UEFI karena dianggap aman dan memastikan tidak ada malware yang nyempil ketika komputer dihidupkan, alasan lain juga karena UEFI hanya dapat mengizinkan driver dan layanan asli dari Microsoft.

Hal ini dilakukan oleh Microsoft guna mencegah masalah pembajakan sistem operasi Windows, sementara MacOS telah menggunakan UEFI sejak lama. Cara kerja secure boot yaitu membutuhkan tanda tangan digital yang dimiliki oleh Kernel. Nah ini juga yang menjadi salah satu masalah sistem operasi lain sulit dipasangkan di Windows.

Perbedaan BIOS dan UEFI

Berikut ini yang harus kamu ketahui tentang perbedaan dari BIOS dan UEFI, mana yang lebih baik menurutmu.
  • BIOS ditulis dalam bahasa assembler sedangkan UEFI ditulis dalam bahasa C.
  • UEFI mendukung HDD dan SDD dengan batasan ukuran mencapai 9.4 zettabyte sementara BIOS hanya mencapai 2.2 terabyte.
  • Driver UEFI bisa dibilang rumit dan juga terpisah, sedangkan BIOS menggunakan drive ROM yang sudah tersedia dengan opsi read-only memory.
  • UEFI jauh lebih cepat dalam proses booting sistem operasi dibandingkan dengan BIOS yang sedikit memakan waktu.
  • UEFI memiliki fitur Secure Boot guna mencegah dari malware berbahaya dan aplikasi lain yang tidak memiliki tanda tangan digital.
  • UEFI berjalan sempurna untuk mode 32-bit dan 64-bit sementara BIOS hanya berjalan pada mode 16-bit.
  • Tampilan UEFI lebih intuitif dan mudah dipahami serta dilengkapi dengan adanya navigasi mouse dan keyboard, tidak seperti BIOS yang memiliki tampilan jadul.
Dibandingkan dengan BIOS, UEFI lebih mumpuni dan bertenaga serta memiliki fitur yang lebih terbaru. UEFI adalah penerus terbaik dari BIOS bagi komputer modern saat ini. Kira-kira komputer kamu saat ini menggunakan tipe BIOS atau UEFI ? Adakah rencana ingin hijrah ke UEFI? Tulis di kolom komentar ya . Semoga bermanfaat

Posting Komentar

0 Komentar