7 Framework CSS Terbaik Cocok Untuk Dipelajari Bagi Pemula

CSS-Framework-Terbaik-dan-Terpopuler-di-Indonesia

Framework CSS Terbaik - Cascading Style Sheet atau lebih dikenal sebagai bahasa pemrograman CSS, salah satu bahasa yang digunakan untuk mendesain website, termasuk layout serta variasi tampilan antarmuka berdasarkan ukuran layar perangkat. Web developer biasanya mengembangkan front-end untuk dibuat semenarik mungkin, untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, kini sudah tersedia framework CSS yang siap pakai.

Untuk mendesain website agar menjadi cantik nan keren pasti akan memakan banyak waktu dan tenaga. Namun, kini tidak lagi sesusah itu, pengembang front-end berupaya memudahkan developer mendesain web tanpa melakukan koding dari nol. Selain mudah digunakan kelebihan adanya framework yaitu mempercepat pekerjaan seorang developer.

Setiap framework CSS memiliki struktur kodingan, ftur dan elemen yang berbeda, mulai dari grid, interactive UI patterns, typhography, tooltips dan lain sebagainya. Struktur inilah yang sangat membantu dalam pengerjaan mendesain website agar cepat selesai dan sangat efisien menghemat waktu.

Mengenal Framework CSS

Sebelum memasuki ke pembahasan dari daftar framework CSS terbaik dan paling populer di Indonesia, sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu mengenai framewok CSS, sebab ada banyak pilihan yang bisa kamu jumpai di internet. Framework CSS merupakan kerangka kerja yang terstruktur dengan baik berupa barisan koding bahasa pemrograman CSS. Tujuan dari kerangka kerja ini yaitu memudahkan siapapun bagi yang sedang mengembangkan desain website.

Jadi, framework CSS ini tidak perlu lagi dibuat manual ataupun melakukan editing, semua kumpulan kode CSS sudah siap digunakan hanya melakukan import saja. Penggunaan CSS paling sering dilakukan untuk mendesain layout dari sebuah website atau aplikasi. Sementara itu, kamu juga tidak perlu menghafal kumpulan kode CSS satu persatu melainkan hanya copy-paste saja. Selanjutnya, tinggal sesuaikan saja desain apa yang ingin kamu kembangkan melalui framework CSS tersebut.

Berikut adalah pilihan framework CSS terbaik yang sangat populer digunakan oleh front-end developers di Indonesia:
  • Bootstrap
  • Materialize CSS
  • Semantic UI
  • Foundation
  • Bulma
  • UIKit
  • Pure CSS

Framework CSS Paling Populer

1. Bootstrap

Bootstrap merupakan framework CSS terbaik sekaligus paling populer di seluruh dunia bukan hanya terkenal tim pengembang yang berasal dari Twitter, melainkan keunggulan fitur yang sangat lengkap dan seiring waktu dokumentasi juga diperbarui untuk memudahkan developers ketika sedang mengerjakan proyek desain website.

Bootstrap tidak hanya difokuskan untuk mendesain website, framework yang satu ini juga bisa mendesain untuk tampilan perangkat seluler, mengigat pengguna smartphone saat ini meningkat drastis. Setiap barisan kode CSS sudah dipastikan akan menyesuaikan dengan ukurang layar perangkat alias sangat responsive termasuk juga bagi pengguna komputer desktop.

Kelebihan framework CSS dari Bootstrap yaitu sudah kompatibel dengan seluruh versi web browser dan sangat cocok dipelajari bagi pemula yang ingin belajar pemrograman khususnya pendesainan website dengan tampilan responsive.

2. Materialize CSS

Disusul oleh Materialize sebagai salah satu framework terbaik dan paling banyak digunakan oleh front-end developers di Indonesia. Jika Boostrap dikembangkan oleh Twitter, maka untuk framework yang satu ini dikembangkan langsung oleh perusahaan raksasa dunia yaitu Google. Kebanyakan para pengembang website mengimplementasikan framework CSS ini untuk merangkai desain yang estetik dan menarik.

Hal yang membuat Materialize populer di Indonesia adalah framework ini menyediakan fitur keren dan responsive yang dirancang dari komponen HTML, CSS, dan JavaScript. Oleh karena itu, disaat pengujian melalui web browser maka manfaat yang akan dirasa adalah ketika website yang diakses menjadi fleksibel. Utamanya, web developers menyukai komponen warna yang adem dan tetap sedap dipandang. 

Kamu juga dapat menemukan fitur unggulan dari framewrok CSS Materialize termasuk fitur bawaaan yang dinamis, modern, parallax element dan masih banyak lagi. Untuk mencoba seluruh fitur tersebut, Materialize sudah menyediakan dokumentasi yang sangat lengkap.

3. Semantic UI

Ada juga framework CSS yang menggunakan human-friendly HTML sebagai opsional pilihan terbaik dari Bootstrap, selain segi desain yang kekinian Semantic UI juga sangat cocok bagi pemula yang ingin belajar mendesain sebuah website dengan waktu yang singkat dan tetap efisien ketika dipraktikkan.

Bila kamu memerlukan desain web yang menarik dan ingin diterapkan ke demo website, Semantic UI telah menyiapkan dokumentasi yang sangat detil dan lengkap yang membahas seputar desain layout yang dijamin semuanya sempurna.

Bagi pengembang yang sudah memahami dan sering menggunakan framework CSS, tidak ada salahnya mencoba Materialize CSS untuk dijadikan alternatif lain yang patut dicoba untuk proyek selanjutnya, Semantic UI menyajikan penulisan class CSS yang mudah diingat dan tidak membingungkan. Nah bagi pemula yang ingin mencobanya silahkan kunjungi saja halaman dokumentasi Semantic UI.

4. Foundation

Foundation merupakan pilihan framework CSS terbaik selanjutnya yang sudah hadir sejak tahun 2011 di bawah lisensi MIT berbasis SASS yang sangat cocok bagi front-end developers. Foundation termasuk jenis framework yang menawarkan berbagai elemen yang modern dengan mengedepankan antarmuka yang cleany, fleksibel dan terstruktur.

Fitur yang dimiliki oleh Foundation tidak terlalu jauh berbeda dengan Bootstrap, karena secara kebutuhan pengembangan dan tujuan mendesain web framework ini sangat berguna untuk menyelesaikan proyek pekerjaan sehari-hari dalam merancang sebuah website yang berkualitas.

Foundation juga sudah menyiapkan template yang siap pakai dan juga kompatibel dengan versi web browser saat ini. Selain desain yang berkelas, Foundation juga siap membantu front-end developers yang mengalami kesulitan ketika mengunakan framework CSS yang satu ini.

Framework CSS Foundation telah dipercaya oleh perusahaan terkenal dan sudah dipakai dalam beberapa produknya diantaranya yaitu Amazon, Adobe, eBay, EA dan Mozilla. Sedangkan di Indonesia sendiri, pengembangan website yang menggunakan Foundation paling banyak dijumpai dari temuan rancangan template-template menarik yang dikomersilkan ke perusahaan.

5. Bulma

Framework CSS Bulma belum lama dikembangkan dan bisa dibilang sebagai pendatang baru yang siap menghadirkan dan membawakan antarmuka desain web yang menarik dan nyaman bagi pengunjung. Penggunaan yang mudah, ringan, modern dan bersifat open-source menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku front-end developers di Indonesia.

Pengembangan Bulma CSS murni dibuat dari CSS tanpa JavaScript. Meskipun demikian, bukan berarti Bulma tidak memiliki keunggulan dibanding kompetitornya. Keunggulan yang dibawakan oleh Bulma sendiri adalah style CSS yang mudah dipanggil, layout flexbox, dukungan SASS dan komunitas yang besar. Karena framework ini masih hangat di jagat pemrograman, front-end developers di Indonesia berbondong-bondong mencoba dan memanfaatkan fitur-fitur terbaiknya untuk mengaplikasikan rancangan website yang responsive.

6. UIKit

Jika kamu penikmat desain minimalis namun tetap berkesan modern, mungkin bisa mencoba framework CSS dari UIKit. Yaps, kelengkapan kerangka kerja yang dimiliki oleh UIKit berbeda dengan kompetitor serupa, karena UIKit hanya berfokus kepada desain web namun dengan framework ringan. Nah inilah yang menjadi sebab mengapa UIKit banyak dipakai oleh front-end developers di Indonesia, minimalis, ringan dan modern yang menjadi faktor utama alasan dibalik pemilihan framework CSS.

Untuk melengkapi dalam perancangan sebuah website, UIKit telah menyediakan icon SVG siap pakai dengan bentuk yang dirancang semodern mungkin agar tidak ketinggalan zaman serta sangat mudah dikustomisasi.

Meskipun framework CSS ini minimalis, untuk fitur yang tersedia tidak bisa dikesampingkan, karena ada komponen pre-built seperti Alert, Drop, Padding, Accordion, Animations dan sejenisnya yang merupakan fungsi terpenting dalam merancang desaing website. Terlebih lagi komponen tersebut disediakan secara mendetail.

7. PureCSS

Bagi kamu yang ingin belajar mengenai framework CSS mungkin alternatif lain yang bisa dicoba dengan menggunakan PureCSS ini. Bukan tanpa sebab, ukuran kapasitas file sangat kecil dan ringan menjadi kelebihan yang dimiliki oleh PureCSS untuk membuat website dengan menghemat waktu dan tenaga.

Eitss meskipun ukuran filenya kecil bukan berarti mengurangkan nilai estetika modern dari framework CSS ini. PureCSS memiliki cakupan yang luas serta komponen built-in yang mudah dikembangkan dan dikustomisasi bagi kalangan developers pemula maupun professional.

Penutup

Demikian rangkuman mengenai daftar pilihan rekomendasi framework CSS terbaik yang sangat cocok dipelajari bagi web developers pemula maupun bagi kalangan professional sekalipun. Tentukan dari daftar diatas yang sudah sesuai dengan kebutuhan proyek kamu mulai dari kelebihan dan kekurangan masing-masing framework, pemilihan framework yang responsive dan pastikan dapat dikustomisasi. Sebelum melakukan kustomisasi, ada baiknya kamu juga mempelajari CSS lebih dalam lagi agar hasil lebih mantap dan tidak merusak desain website.

Jadi, manakah pilihan framework CSS paling sering kamu gunakan? Silahkan berikan jawaban melalui komentar ya. Semoga bermanfaat!

Posting Komentar

0 Komentar