Aplikasi Signal Memuncaki Klasemen App Store dan Play Store, Kalahkan WhatsApp


Local-Hunter.com - Aplikasi Signal kini telah berada di puncak tertingginya di App Store dan Play Store India dan Amerika. Ini berkat tidak setujunya para pengguna dari WhatsApp atas kebijakan privasi yang menyangkut pengguna bahwa data tersebut akan dibagikan ke pihak ketiga dan produk perusahaan Facebook.

Hanya dalam beberapa hari, Aplikasi Signal berada di posisi nomor satu sebagai aplikasi gratis di App Store India sementara menurut peringkat Play Store ia berhasil menempati posisi ketiga sebagai aplikasi gratis terbaik saat ini.

Kebijakan privasi yang diumumkan oleh WhatsApp terlihat memaksa pengguna harus menyetujui aturan baru itu dan memperingatkan kepada pengguna bahwa jika mereka tidak menerima privasi dan persyaratan baru, maka pengguna tidak akan mendapatkan akses komunikasi ke WhatsApp setelah tanggal 8 Februari 2021. Hal ini juga yang mengakibatkan para pengguna WhatsApp untuk mencari aplikasi chatting alternatif selain WhatsApp termasuk pindah ke Signal sebagai gantinya.

Lonjakan yang secara tiba-tiba, aplikasi Signal menjadi pilihan terbaik bagi pasar India karena sudah berhasil memuncaki platform App Store dan Play Store. Android Police juga melaporkan bahwa Signal sudah menempati posisi teratas di platform Play Store termasuk negara Amerika, Inggris, Jerman, Lebanon dan Prancis. Sementara di negara Brazil dan Singapura, Signal menempati posisi ketiga di Play Store.

Beberapa hari yang lalu, Signal men-tweets bahwa aplikasi tersebut sudah menduduki peringkat teratas di App Store dengan pengguna paling banyak di Austria, Prancis, Finlandia, Swiss dan Hongkong.

Momentum atas peraturan kebijakan privasi yang diluncurkan oleh WhatsApp dimanfaatkan oleh Elon Musk dengan mengandalkan jutaan pengikut di Twitter untuk menggunakan aplikasi alternatif selain WhatsApp yaitu Signal. Bahkan Edward Snowden, CEO Paytm Vijay dan CEO Twitter Jack Dorsey melakukan retweet yang dibuat oleh Elon Musk di akun pribadinya. 


Hanya dalam kurun waktu sehari setelah retweet tersebut di Twitter, Signal melaporkan bahwa unduhan meningkat drastis untuk pengguna baru sampai mengakibatkan pengiriman kode verifikasi tertunda sekian detik. Namun, masalah tersebut sudah diatasi dan pengguna baru bisa melakukan pendaftaran tanpa hambatan.

Signal juga menuduh Facebook telah membayar uang untuk menampilkan aplikasi Messenger sebagai hasil teratas ketika seseorang mencari Signal di App Store. Signal menuliskan "Tidak akan pernah ada iklan di Signal, karena data Anda adalah milik Anda, bukan milik kami." (10/01/2021).

Selain Signal, pengguna juga beralih ke aplikasi chatting populer lainnya seperti Telegram. Meskipun WhatsApp telah mengklarifikasi bahwa kebijakan privasi yang baru saja diumumkan ditujukan untuk akun bisnis sedangkan akun pribadi tidak terlibat dalam ketentuan kebijakan tersebut. Namun, aturan baru yang nanti diterapkan mendapat penolakan sejumlah pengguna setianya terutama akun WhatsApp Business.

Tidak hanya di benua Eropa, Signal kini telah sampai ke Asia Tenggara termasuk Indonesia dan aplikasi tersebut telah berada di posisi ketujuh saat artikel ini ditulis.