Bongkar Skema Ponzi Investasi Bodong dan Haram Milik Vtube

Vtube-haram-investasi-bodong-diblokir-dihentikan-OJK

Investasi Ilegal dan Haram Vtube - Masa pandemi COVID-19 adalah masa-masa ekonomi negara menurun karena banyaknya para karyawan yang diliburkan bekerja untuk membatasi komunikasi secara langsung. Selain itu, pemerintah daerah mengumumkan adanya peraturan PSBB yang semakin diperketat di beberapa daerah untuk selalu menggunakan masker dan menjaga kebersihan dimanapun berada.

Tidak hanya karyawan yang diliburkan, sekelas resto makanan siap saja hingga pengusaha mikro juga terkena imbasnya bahkan mereka menutup selama 3-7 hari kedepan untuk mencegah penyebaran penyakit COVID-19 meluas. Alhasil penutupan itu akan menurunkan pendapatan perusahaan tersebut, mulai dari sinilah tingkat pengangguran kembali meningkat drastis.

Pemberitaan mengenai COVID-19 ternyata dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang menjanjikan bisnis dan investasi bermodalkan menonton iklan dibayar dollar, nama bisnis tersebut ialah Vtube. Aplikasi ini ramai dibincangkan di media sosial karena mereka melakukan broadcast massal dengan cara "Bisnis tanpa modal hanya menonton iklan video dibayar dollar." Mungkin bagi yang belum paham mengenai skema ponzi akan langsung mendaftar. Yu mari kita kupas tuntas tentang aplikasi Vtube !

Apa Itu Vtube?

Aplikasi Vtube dikembangkan oleh PT Future View Tech, yang merupakan media periklanan pada pembagian keuntungan. Konsep bisnis yang dipakai Vtube adalah bagi hasil dengan memanfaatkan Big Data bersama pihak ketiga platform iklan online di Indonesia.

Aplikasi ini menawarkan tiga sumber penghasilan member, yaitu penghasilan pribadi, penghasilan dari refferal dan penghasilan bonus grup point. Cara kerja aplikasi Vtube adalah setiap member diharuskan menonton iklan video yang berdurasi 5-15 detik atau melakukan klik iklan yang sudah disediakan. Menurut anggota yang sudah mendaftar, aplikasi Vtube menampilkan iklan online dari Google Admob meskipun belum dipastikan secara langsung media periklanan apa yang sudah bergabung dengan Vtube.

Informasi Data yang dikumpulkan Vtube

Seperti pada umumnya, aplikasi yang diunggah di Play Store mengharuskan kepada publisher untuk memberitahu kepada pengguna yang ingin mengunduh, data apa saja yang nantinya akan dikumpulkan dari pengembang aplikasi tersebut. Informasi yang dikumpulkan oleh Vtube berdasarkan Kebijakan Pribadi:
  • Informasi nama depan, nama belakang, nomor telepon dan data serupa lainnya.
  • Informasi perangkat seluler, termasuk ID perangkat, model perangkat, pabrikan ponsel, sistem operasi, informasi versi ponsel, dan alamat IP.
  • Informasi data pribadi sensitif, seperti foto ktp
Informasi diatas jangan sesekali dianggap remeh, karena pengguna wajib merahasikan informasi pribadi miliknya agar tidak diketahui oleh orang lain. Tujuan menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Yang bikin heran, kenapa musti mengunggah foto ktp, padahal hanya menonton iklan video. Ini masih dipertanyakan.

Lokasi Kantor Vtube Indonesia

Perusahaan PT Future View Tech sebelumnya pernah terdaftar secara resmi di situs Kominfo dengan Nomor Registrasi (02376/DJAI.PSE/03/2020) atau lihat disini https://pse.kominfo.go.id/sistem/2886, akan tetapi semua informasi tersebut sudah dihapus. Jika kamu ingin mengetahui kantor Vtube berada, silahkan kunjungi alamat di bawah ini:

Gedung Kinanti Building Lantai 2, Jalan Epicentrum  Tengah No. 3, Kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, Kel. Karet Kuningan, Kec. Setiabudi, Kota Adm. Jakarta Selatan, DKI Jakarta 62090

Skema Ponzi Vtube

Banyak member yang mengatakan bahwa Vtube adalah bisnis periklanan online, itu hanyalah penyamaran saja. Sebenarnya sistem kerja Vtube menggunakan skema ponzi. Skema ponzi adalah investasi bisnis bodong yang berdalih menjanjikan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang dari investor berikutnya. Biasanya perusahaan yang menggunakan skema ini terus-menerus menawarkan keuntungan secara konsisten.

Untuk mendapatkan penghasilan dari aplikasi Vtube maka ia harus mengundang orang lain untuk bergabung bersama. Simpelnya begini, pendaftar atas nama A mendapatkan uang dari si pendaftar B. Sedangkan pendaftar B akan mendapatkan uang dari si pendaftar C, begitu seterusnya.

Member baru akan mendapatkan penghasilan sekitar $12 dalam 40 hari itupun kalau ia menjalankan dan menyelesaikan misi setiap harinya. Penghasilan yang di dapat bukalah berbentuk mata uang dollar ataupun dirupiahkan melainkan dalam bentuk Virtual Point (VP) 1 VP dihargai setara dengan $1. Nah untuk melakukan upgrade level maka VP inilah yang nantinya akan dipakai.

Setiap level tidak sama harganya, jika member ingin mendapatkan VP yang lebih besar maka salah satu jalannya adalah membeli paket level yang tinggi juga. Jika member Vtuber tidak memiliki VP untuk melakukan upgrade level, cara yang harus dijalankan membeli VP dari member lain yang setara dengan level diinginkan.

Ada 5 pilihan level yang berbeda yang mengharuskan member melakukan upgrade jika ingin mendapatkan penghasil lebih tinggi, diantaranya sebagai berikut:
  • Bronze (10 VP) = $10 USD
  • Silver (100 VP) = $100 USD
  • Gold (500 VP) = $500 USD
  • Platinum (1000 VP) = $1.000 USD
  • Diamond (1.500 VP) = $1.500 USD
Istilah FastTrack juga digunakan oleh para member Vtube, sebuah konsep yang ingin mempercepat menaikkan level tertinggi dengan cara membeli VP dari member lain dan VP yang terbeli akan digunakan untuk membeli level yang cukup tinggi penghasilannya.

Selain menyelesaikan misi untuk menghasilkan uang, trik lain yang digunakan adalah mengajak orang lain untuk bergabung minimal 20 - 40 orang. Jadi, praktik semacam ini sudah jelas menggunakan skema ponzi yang banyak sekali digunakan perusahaan serupa lainnya.

Apakah VP bisa dicarikan ke rekening pribadi? Tidak. VP yang dihasilkan sama sekali tidak bisa dicairkan atau digunakan sebagai alat pembayaran seperti ShopeePay dan sejenisnya. Tapi, VP itu harus dijual ke tempat yang sudah tersedia di aplikasi Vtube dan selanjutnya hanya tinggal menunggu orderan VP dari member lain. 

Vtube Tidak Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

Photo: Daftar Entitas Yang Dihentikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Dalam lampiran Surat Nomor SP-06/SWI/VII/2020 menyatakan bahwa Vtube yang didirikan oleh PT Future View Tech tidak terdaftar dan tidak di bawah pengawasan OJK untuk melakukan kegiatan investasi di Indonesia dan berpotensi merugikan masyarakat.

Selain Vtube yang sudah dikategorikan sebagai bisnis ilegal, setidaknya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menghentikan 99 entitas yang menjalankan aktivitas lain seperti perdagangan berjangka / Forex, penjualan langsung, investasi cryptocurency, investasi uang dan sejenisnya.

Jenis kegiatan yang dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada PT Future View Tech adalah Investasi uang tanpa izin dengan menawarkan keuntungan Rp200.000-Rp70.000.000 (dua ratus ribu rupiah hingga tujuh puluh juta rupiah) hanya dengan mengklik iklan dan menonton video.

Terkait informasi siaran pers yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya Kominfo juga turut membantu memblokir alamat situs yang dimiliki oleh pengembang Vtube. Namun, untuk saat ini sepertinya pemblokiran tersebut sudah dicopot dan dapat diakses kembali oleh siapapun. Berikut tampilan situs Vtube dan PT Future View Tech yang sebelumnya sudah pernah diblokir.

Photo: Pemblokiran situs Vtube (Kominfo)

Hukum Islam Skema Ponzi Vtube

Berdasarkan informasi dari website Nahdlatul Ulama yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Syamsyudin, Peneliti Bidang Ekonomo Syariah - ASWAJA NU CENTER PWNU Jawa Timur, bahwa aplikasi Vtube jika dimainkan hukumnya haram dan termasuk investasi bodong.

Saat view point seseorang dibeli oleh orang lain, maka itu menandakan bahwa view point tersebut berperan sebagai harta utang (mal duyun) dan harta ini sah secara fiqih, karena berjamin dollar dan dapat dikuasai sepenuhnya oleh pemilik akun.

Namun, ketika view point ini dijadikan landasan untuk menaikkan level, maka di sini terjadi ruang masuk bagi skema ponzi. Ketika ingin melakukan penyetoran view point akan disertai ketentuan yang wajib memiliki anggota sebanyak 20 hingga 40 orang rujukan (refferal). Jadi, pihak leader akan mendapatkan uang dari anggota baru bukan dari perusahaan. Anggota baru hanya bisa membeli view point dari leadernya dan ini termasuk akad jualah yang tidak sah sebab 'iwadl (bonus) yang di dapat berasal dari anggota baru Vtube tersebut.

Kesimpulan

Dengan ulasan beserta bukti kuat dengan penambahan kutipan dari Ustadz Muhammad Syamsyudin, berarti perusahaan PT Future View Tech yang meluncurkan Vtube diartikan sebagai investasi bodong dengan iming-iming menonton iklan dibayar dollar hukumnya adalah haram. Haram yang disebutkan dalam artian perusahaan tersebut menggunakan skema ponzi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga secara tegas sudah menghentikan PT Future View Tech (Vtube) dan situs resminya juga sudah diblokir oleh Kominfo, artinya produk yang mereka tawarkan ke masyarakat dikategorikan sebagai investasi ilegal yang tidak memiliki izin resmi dari pemerintahan. Selanjutnya, masyarakat harus waspada terkait bisnis yang serupa dengan Vtube dengan iming-iming penghasilan luar biasa tetapi kerjanya hanya menonton video.