Klarifikasi Majelis Rasulullah Atas Hebohnya Peretasan 10 Situs Pemda dan Pemkot

Hacker-Retas-Situs-Pemda-Pemkot-FamilyAttackCyber

Belakangan ini platform media sosial memang sangat dihebohkan dengan pemberitaan yang menyuarakan untuk menolak ormas islam FPI. Hal ini dipermasalahkan dari awal kedatangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia pekan lalu. Warganet mengatakan kerumunan itu menjadi cluster terbaru dari COVID-19 terutama di Jakarta.

Dengan pemberitaan yang terus menerus soal kerumunan anggota FPI, memicu sebagian warganet geram dengan hal itu alhasil mereka memproteskan dan menyuarakan untuk pembubaran ormas FPI. Tak sedikit pula warganet yang mengungkit terkait kerumunan pemilihan kepala daerah (PILKADA 2020) agar terlihat adil dan sama-sama terlihat bahwa itu juga aktivitas kerumunan.

Aksi penolakan terhadap FPI dan Habib Rizieq Shihab terjadi dimana-mana entah itu dunia maya maupun dunia nyata dengan alasan yang sangat beragam tentunya. Penolakan atas FPI yang baru saja viral yakni datang dari hacker yang meretas 10 situs pemda dan pemkot dengan di isi kalimat yang memprotes dan menyuarakan untuk membubarkan FPI.

Seperti kita ketahui, beberapa hari lalu baru saja ada insiden peretasan situs pemerintahan yang mengatasnamakan sebagai Majelis Rasulullah. Apa benar dalang dibalik ini semua berasal dari Majelis Rasulullah Saw? Itu tidaklah benar. Hal ini dibantah langsung oleh petinggi Majelis Rasulullah.

Menurut informasi yang sudah beredar di media sosial, 10 situs pemda dan pemkot yang diretas diantaranya sebagai berikut:

    1. http://jdihdprd.bimakab.go.id/
    2. http://sandi.pemkomedan.go.id/
    3. https://bacukikibarat.pareparekota.go.id/
    4. https://disperikan.sampangkab.go.id/
    5. https://bkd.kedirikota.go.id/
    6. https://bkpsdm.serangkota.go.id/
    7. https://bappeda.kedirikota.go.id/
    8. https://jdih.banjarkab.go.id/
    9. http://sidalmentel.batangkab.go.id/
    10. https://pdam.probolinggokota.go.id/

Namun, beberapa situs diatas tampaknya sedang diperbaiki dan segera normal kembali. Seperti biasa, aksi peretasan menampilkan latar belakang hitam dengan lambang Garuda Indonesia tepat di tengah-tengah sebelum isi pesan dari hacker tersebut.

Kelompok peretas ini membawa pesan untuk menindak tegas Habib Rizieq Shihab dan FPI untuk dihukum sesuai pasal yang berlaku. Kutipan ringkas yang ditulis hacker tersebut berbunyi: 

"Hacked by Watchers ID Family Attack Cyber x Majelis Rasulullah x NU Cyber Army"

"Kita diajari saling benci membenci, Kita diajari saling caci dan maki, Mengajarkan kita untuk saling sesat menyesatkan ujaran kebenciannya, kata kata kotornya.

"Jangan lupa kasus mesumnya dengan Firza… Jangan lupa hinaan dia tentang Pancasila…Jangan lupa dia membutakan Gus Dur…Jangan lupa bahwa dia dan FPI nya telah melahirkan Kaum Radikal dan Intoleran di negeri ini."

Di akhir isi pesan, peretas itu menggunakan beberapa tagar atas kekecewaannya terhadap ormas islam FPI. Seperti tagar #OpFPI, #LawanFPI, #BubarkanFPI, #SelamatkanIndonesia, #IndonesiaDamaiTanpaFPI.

Atas insiden peretasan situs pemerintahan, Habib Nabiel al-Musawa selaku petinggi dari Majelis Rasulullah membantah dan memberikan penjelasan bahwa MR bukanlah aksi dibalik ini semua. Berikut isi pernyataan Habib Nabiel al-Musawa yang dikutip langsung dari akun sosial media Instagram.

"INI FITNAH YANG SANGAT KEJI MENGATASNAMAKAN MAJELIS RASULULLAAH SAW. Kami sedang menyelidiki siapa dibalik pelaku yg mengatasnamakan Majelis Rasulullah SAW untuk melakukan aksi tercela & tidak bermoral dg meng hack lalu mengatasnamakan Majelis Rasulullah SAW ini.

"Majelis Rasulullah SAW Indonesia bukan organisasi hacker, bukan teror, bukan agitasi, bukan demonstrasi. Tetapi sampai kapanpun Majelis Rasulullah SAW adalah Majelis kelembutan, majelis adab & majelis akhlaq."

"Semua pengurus Majelis Rasulullah SAW, dari Dewan Syuro, Dewan Guru, Dewan Pengurus.. Baik di tingkat Pusat, Propinsi, maupun Kabupaten/Kota. Seluruhnya kami terikat dg AD/ART Majelis yg berkomitmen dg dakwah Kelembutan & Kasih sayang pd semua levelnya."

"Semoga Allah Swt memberikan taufiq wal hidayah kepada para pelakunya. Dan pada semua pihak yg memiliki kepandaian dlm cyberspace mohon bantuannya melacak siapa dibalik perbuatan ini.. Agar bisa kami laporkan kepada yg berwenang."

"Semoga Allah Swt senantiasa menjaga kita semua dari keburukan, sabotase, menjual nama orang untuk kepentingan pribadi atau golongan. Dan menyelamatkan kita dari mereka semuanya, allahumma aamiin yaa rabb."

Kesimpulan yang dapat kita ambil bahwa peretas ini tampaknya ingin membenturkan antara Majelis Rasulullah Saw, Nahdlatul Ulama dan Front Pembela Islam yang ketiganya adalah sama-sama satu wadah yaitu Ahlusunna Wal Jama'ah. Jadi, tetap waspada dan menjaga persatuan agar tidak terpecah belah dengan berbagai hasutan yang ingin mengadu domba khususnya sesama muslim.

Posting Komentar

0 Komentar