Huawei Tak Bisa Kembangkan Perangkat 5G di Inggris Hingga September 2021

Inggris-larang-Huawei-5G

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa perusahaan telekomunikasi apapun tidak boleh memasang perangkat Huawei yang menggunakan jaringan 5G hingga September 2021. Inggris berencana membersihkan peralatan-peralatan yang bersumber dari negara China yang menggunakan jaringan berkecepatan tinggi.

Sebelumnya, Huawei telah mengerjakan produk terbarunya yang mendukung jaringan 5G dan penjualan itu dibatasi sampai akhir Desember 2020. Sedangkan untuk penggunaan personal, pemerintah Inggris memberitahukan bahwa produk Huawei 5G tidak akan bisa digunakan alias dicabut izin penjualan hingga 2027. Dilain hal, pemerintah AS juga mengatakan bahwa perusahaan itu dapat membahayakan keamanan nasional.

Perubahan RUU Telekomunikasi akan diumumkan pada Senin waktu setempat di House of Commons, Inggris. Undang-Undang ini menjadi kedua kalinya akan mengatur perusahaan Huawei yang menimbulkan biaya besar bagi industri telekomunikasi negara Inggris.

Terkait dilarangnya produk Huawei di Inggris, pihaknya benar-benar kecewa dan merasa dirugikan dalam berbagai hal menyusul pemerintah Inggris menerbitkan Undang-Undang Telekomunikasi bagi perusahaan yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan denda sebesar $133,140US.

Jeremy Thompson selaku Presiden Huawei Inggris, dalam webinar perusahaan awal bulan lalu, bahwa larangan tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya pengangguran dan kesenjangan digital di negara tersebut. Jadi, bukan hanya pihak Huawei sendiri yang mengalami kerugian, melainkan pekerja juga akan terkena dampaknya.

Juru bicara Huawei, Ed Brewster juga mengatakan bahwa aturan tersebut sudah ditumpangi oleh pihak pejabat berkepentingan politik dan ini adalah berita buruk bagi masyarakat Inggris yang memiliki telepon seluler dengan jaringan 5G.

Terkait informasi larangan produk Huawei di Inggris, pemerintah China turun tangan dan menyuarakan keputusan yang membuat Huawei dirugikan. Sebagaimana yang dikatakan oleh juru bicara kementerian luar negeri China, Hua Chunying: "Keputusan itu di dorong kuat oleh politisasi masalah komersial dan teknologi bukan dari masalah keamanan nasional,"

Tidak hanya itu, kementerian perdagangan China, Gao Feng, juga turut berkomentar dan menentang keras atas tindakan pemerintahan Inggris, ia mengatakan bahwa larangan ini bersifat diskriminatif terhadap Huawei dan ini juga yang akan merusak investasi China di Inggris.

Meskipun China menentang aturan tersebut, tampaknya pemerintah Inggris menghiraukan hal itu. Pernyataan ini dikutip dari menteri digital Inggris, Oliver Dowden yang mengatakan: "Saya akan menetapkan aturan yang jelas dan secara resmi kami akan menghapus sepenuhnya vendor perusahaan beresiko tinggi di jaringan 5G,"

"Aturan ini sebelumnya belum pernah terjadi terkait larangan perangkat telekomunikasi yang dapat menimbulkan resiko ancaman keamanan nasional kita," tambahan Oliver Dowden.

Untuk saat ini belum ada informasi yang jelas berapa biaya larangan perangkat Huawei 5G di tahun 2021. Namun, Dowden mengatakan bahwa penundaan kumulatif ini mungkin bisa dua hingga tahun kedepan dengan biaya $2,67 milliar.

Lain hal dengan perusahaan telekomunikasi Nokia, Ericsson dan Skandinavia yang diberi penghargaan sebagian besar kontrak atas penggantian vendor Huawei 5G. Pemerintah Inggris bakal menjanjikan $333 juta untuk membantu perusahaan dalam membuat laboratorium telekomunikasi nasional untuk membantu penelitian di sektor tersebut.