Pertama Kali Harga Bitcoin Melampaui Rp330 Juta

Bitcoin-Tembus-330Juta

Dua hari yang lalu Bitcoin memecahkan rekor terbaru dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus harga $23.400 atau jika di rupiah kan menjadi Rp330 Juta. Momentum ini adalah salah satu hari yang ditunggu trader maupun investor karena sudah memunculkan level terbarunya di akhir tahun ini.

Bitcoin menjadi salah satu cryptocurrency paling populer dan termahal di dunia saat ini dengan menempati urutan level tertinggi selama 24 jam di harga $23.770 pada hari Kamis kemarin, dan sudah terlihat kenaikan sebanyak 24% selama satu hari itu. Sebelumnya, Bitcoin juga tembus hingga $20.000 untuk pertama kalinya dan membawa keuntungan mencapai 200%. Penyebab kenaikan harga Bitcoin disebabkan adanya pergerakan yang kuat dari FOMO.

Berbagai kalangan sudah menikmati keuntungan terbesar dari cryptocurrency Bitcoin termasuk juga bagi investor institusi dan perusahaan swasta khususnya yang bergerak di jasa keuangan. Paul Tudor dan Mike Novograts sebagai salah satu investor terbesar meyakini akan ada keuntungan lebih besar lagi di masa mendatang. Rally tercepat untuk mendorong kenaikan harga Bitcoin juga disebabkan oleh perusahaan Paypal yang mengumumkan pembayaran seluler melalui cryptocurrency pada Oktober lalu.

Penyebab Harga Bitcoin Naik Daun

Sentimen yang dihadapkan oleh Bitcoin adalah bank-bank terbesar menyambut token crypto sebagai salah satu alternatif dari aset nilai lindung untuk jangka panjang seperti emas. Tak hanya itu, adanya pembahasan dari The Foreign Open Market Commitee (FOMO) yang dinyatakan oleh Jerome Powell menjadi acuan pasar crypto terus meningkat.

Perusahaan JPMorgan juga mengatakan bahwa minat investor pada Bitcoin terus meningkat setiap tahun dan kemungkinan besar juga akan memindahkan sebagian tabungan emas untuk jangka panjang. Sementara itu, Scott Minerd dan Guggenheim juga menjelaskan bahwa pasokan dan nilai token Bitcoin sangat relatif dari emas yang seharusnya mencapai $400.000.

Pemimpin koin termahal untuk saat ini masih dipegang oleh Bitcoin, hal ini dikarenakan dari dovish yang artinya memiliki pandangan ekspansif terhadap kebijakan moneter di masa mendatang. Dengan demikian, banyak yang mulai merasa nilai mata uang Dollar Amerika lama-lama akan semakin tergerus.


Kebijakan moneter itu disebabkan dari operasi pasar terbuka yakni pembelian surat utang dalam lingkungan suku bungan mendekati 0% akan tetapi jumlah uang yang diedarkan terus menambah. Alhasil nilai Dollar Amerika akan mengalami penurunan yang membuat likuidasi cadangan terbesar akan semakin banyak.

Mengingat volume perdagangan nilai jual Bitcoin sebelumnya sudah mencapai $20.000, menurut data CryptoQuant ini adalah hasil dari whales jual-beli untuk institusi. Meningkatnya harga Bitcoin juga dikarenakan persediaan yang mengikis yang saat ini sudah mencapai 18 Juta koin dari nilai total suplai 21 Juta koin. Oleh karena itu, banyak institusi yang membeli dalam jumlah sangat besar.

Berdasarkan harga market Bitcoin dari Coinbase, 1 BTC saat ini masih stabil dikisaran Rp325 Juta meskipun nantinya akan mengalami penurunan sekian persen sebab akan ada aksi ambil untung yang biasanya terjadi di akhir tahun. Survey lain mengatakan nilai jual Bitcoin terbaru akan tercipta di tahun mendatang yang jauh lebih tinggi.

Posting Komentar

0 Komentar