FBI Tangkap Pelaku Pembajak Kamera Rumahan dan Perangkat Pintar Untuk Panggilan Telepon Palsu

FBI-Swatting-Hijacked

US Federal Bureau of Investigation (FBI) baru-baru ini melaporkan bahwa ada seseorang yang membajak berhasil membajak perangkat pintar rumahan yang di pasang warga namun disalah gunakan untuk menayangkan video kekerasan fisik.

Perangkat pintar yang dimaksud ialah seputar kepemilikan barang sehari-hari yang mudah dijumpai, seperti kamera yang memiliki kemampuan merekam suara. Teknologi canggih tidak sepenuhnya aman jika sang pemilik tidak mengkonfigurasinya sendiri, ini dibuktikan dari pelaku pembajak perangkat pintar yang berhasil menjebolnya dengan menggunakan kata sandi email curian.

Kepolisian FBI mengungkapkan orang iseng mengambil alih perangkat pintar milik warga untuk membuat akun akan tetapi akun yang digunakan itu sebelumnya memiliki catatan kebocoran data di perusahaan lain. Kami menyebutnya sebagai "Prankters", yang kemudia ia menelepon aparat keamanan dan melaporkan kejahatan palsu di rumah korban.

"Saat petugas keamanan menanggapi laporan tersebut dan mendatanginya, pelaku pembajak dapat menyaksikan langsung serta terlibat dengan jarak jauh serta meresponnya melalui kamera dan pengeras suara." kata FBI.

"Dalam kasus yang sudah pernah terjadi sebelumnya, pelaku juga menyebarkan insiden ini ke tempat forum online." tambahnya.

Jenis serangan ini disebut sebagai "Swatting", yang mana beberapa bulan terakhir ini menjadi serangan telepon palsu paling merepotkan FBI.

Apa Itu Swatting?


Tidak berbeda jauh dengan orang iseng di Indonesia, serangan Swatting ini menggambarkan panggilan telepon palsu yang dilakukan untuk memanggil aparat keamanan ataupun panggilan darurat dengan dalih adanya terjadi kekerasan fisik maupun hal lainnya.

Swatting sering digunakan untuk melakukan aksi balas dendam kepada korban, misalnya penggunaan swatting untuk hal pelecehan, lelucon dan tingkatan yang paling berbahaya ketika terjadinya kejahatan yang cukup serius.

Pelaku pembajak perangkat pintar yang bertujuan untuk melaporkan insiden palsu biasanya menggunakan teknik yang sudah populer, seperti melakukan spoofing id telepon, social engineering, TTY, prank calls otomatis, dan teknik phreaking yang digabungkan dengan swatting.

Untuk mengatasi serangan Swatting, kepolisian FBI memberikan saran kepada pemilik perangkat pintar untuk membuat kata sandi yang sangat sulit ditebak dan diusahakan tidak menggunakan kata sandi yang mirip dengan sebelumnya. Pengguna juga harus mengaktifkan otentikasi dua faktor di semua perangkat dan menghapus sesi login yang pernah diakses sebelumnya.

Posting Komentar

0 Komentar