5 Dampak Negatif Sering Gonta Ganti Template Blog

Bahaya-Mengganti-Template-Blog

Manusia memang belum merasa puas dan selalu merasa kekurangan apa yang sudah ia dapat. Yaps tidak terkecuali pada template blog yang sudah ia pasang sebelumnya. Padahal untuk saat ini, banyak sekali template yang sudah responsive serta memiliki struktur SEO yang sudah bagus. Ngoprek kodingan template blog memang seru, tapi ada dampak negatifnya bagi blog lho. Apa saja ? mari simak ulasan berikut ini.

Hal yang paling sering dijumpai dikalangan blogger adalah merasa bosan dengan template saat ini dan ingin terus mengubah kode-kode yang sebenarnya sudah sangat bagus. Jika hanya merubah warna ataupun menambah sedikit struktur Table of Content mungkin itu tak jadi masalah, akan tetapi jika sudah merombak keseluruhan tampilan blog itu sama saja merusak struktur SEO dan parahnya lagi mesin crawl Google akan selalu sibuk bekerja untuk mencari halaman website kamu bukan fokus pada crawl artikel.

Jangankan mengganti template blog secara keseluruhan, mengganti judul artikel dan kosa-kata di dalam artikel saja membutuhkan waktu bagi mesin pencari crawler milik Google agar menampilkan data terbarunya. Setidaknya untuk indexing artikel membutuhkan waktu antara 2 jam hingga 3 hari lamanya,namun untuk blog baru mungkin membutuhkan waktu 3-7 hari.

Jika kamu ingin merubah template blog kesayangan, jangan pernah melakukan editing secara langsung di halaman Tema. Sebaiknya copy-paste template blog tersebut ke situs blog yang baru dibuat, ini mencegah crawl Google terfokus pada crawling struktur kode XML template blog. Ingat, jangan lupa untuk mencadangkan barisan kode template blog pada saat editing lalu error kamu tidak akan panik.

Hilangkan rasa bosan pada template kesayanganmu tetap gunakan saja jangan pernah mengganti template sesering mungkin itu akan merusak segalanya dan pastinya akan merugikan untuk traffic organik nantinya. Berikut adalah dampak terburuk sering mengganti template blog.

Dampak Buruk Akibat Sering Mengganti Template Blog

1. Anjloknya Traffic Organik

Dampak buruk yang akan dirasakan setelah mengganti template blog dengan kurun waktu yang sering maka pasti akan terjadi penurunan traffic yang cukup drastis. Mengapa demikian? Ada beberapa faktor mengapa itu bisa terjadi, yakni pengubahan kode yang sering dapat membebani mesin crawl yang tadinya sedang crawl artikel malah fokus ke template blog, tidak hanya crawl Google mungkin mesin pencari lainnya juga akan bekerja keras menemukan artikel kamu kembali, ini membutuhkan waktu yang lama.

Beda halnya dengan WordPress ketika ingin maintence mereka akan membuat pemberitahuan di halaman depan dan secepatnya akan dibuka kembali. Selain itu, biasanya yang menggunakan WordPress tidak sedikit memiliki tim yang sangat sigap dan cepat dalam mengganti template. Kelebihan WordPress juga banyak plugin yang mudah dioptimasi untuk membangkitkan situs yang sebelumnya dirubah atau ditambah struktur kodenya agar dapat di index dengan cepat.

Aneh kan jika situs blogger ada maintence tapi yang dirombak hanya sekedar warna atau penambahan yang tidak terlalu penting. Mengganti template blog secara sering juga mengundang rasa malas pengunjung karena alasan tertentu. Seperti halnya sebelum dirombak situs blog sudah cepat akan tetapi ketika dirubah kodenya malah menjadi lemot dan berat.

Hal ini mungkin tidak berlaku bagi sebagian blogger yang sudah hadir sejak lama karena mereka mempunyai nama yang sudah terkenal dikalangan blogger. Kenapa? Karena artikel yang sudah ia buat bertahun-tahun memiliki nilai yang berkualitas tinggi bagi pemula dan pengunjung tidak akan merasa terganggu jika template blog dari pemilik dirubah sedemikian rupa malah terkesan istimewa apalagi bagi pengunjung baru.

2. Kualitas SEO dan SERP Menurun

Efek negatif yang seringkali dijumpai pada kalangan blogger adalah hilangnya kualitas SEO dan SERP pada blog kesayangan. Ada struktur kode yang dianggap penting namun karena berat dan lemot kode tersebut dihapus padahal jika diperhatikan struktur kode sebelumnya itu sangat penting bagi SEO dan SERP. Seperti contoh Table of Content, beberapa template blog sudah membuat ini secara otomatis yang mendeteksi tag H1, H2, H3 dan seterusnya, ToC inilah yang mempermudah mesin pencari Google dalam menemukan konten yang relevan dan berkualitas di halaman pencarian. Sebab jika blog dipasangi ToC sudah dipastikan penulis artikel itu akan memiliki barisan kata kunci yang cukup banyak.

Mengapa kualitas SEO turun? Jika dilihat, blogger tidak secanggih plugin-plugin yang dimiliki WordPress yang mempunyai fungsi optimasi SEO onpage yang cukup bagus. Sangat sedikit sekali pemilik situs blog yang berani mengubah struktur kode template secara sering karena nantinya akan menurunkan performa blog dan turunnya kualitas SEO di mata Google.

Punya banyak konten yang sudah mendominasi Page One? Sebaiknya dipikir kembali secara matang apa yang ingin dirubah dan apa yang ingin ditambahkan ataupun dikurangkan. Tidak sedikit situs blog setelah merombak template blog hilang dari mesin pencari dan penurunan traffic yang cukup signifikan.

3. Menurunkan Nilai Kualitas Blog

Tidak hanya menurunkan kualitas SEO, dampak buruk yang nantinya akan terjadi juga akan menurunkan kualitas dari blog itu sendiri. Sebenarnya kamu tidak perlu mengubah apapun pada template blog akan tetapi fokuskan saja pada konten yang berkualitas dan menaikkan rating di halaman pencarian.

Perubahan yang terlalu sering pada template blog dinilai tidak konsisten apa yang sudah diperbuat dan ini salah satu nilai yang bisa dilihat bahwa orang tersebut kurang profesional dalam membuat blog. Padahal template blog saat ini semuanya berkualitas entah itu berbayar ataupun gratis namun tetap saja orang-orang belum merasa puas jika template belum dioprek sedemikian rupa. Well penilaian itu ada pada pengunjung apakah perubahan itu sangat user-friendly atau sebaliknya yang membebankan loading yang terlalu lama pada blog.

4. Waktu Yang Sia-Sia Demi Merubah Template Blog

Dampak lainnya adalah terbuangnya waktu yang sia-sia hanya demi mengedit yang tidak terlalu penting. Jika memang kamu seorang programmer maka ini bisa dilakukan dengan cepat dan mudah serta apa saja yang harus diperbaiki pada template tersebut. Namun, jika belum memahami secara dasar sudah pasti akan memakan waktu yang lama untuk merubah struktur kode dari kodingan itu sendiri.

Setidaknya membutuhkan pemahaman bahasa pemrograman yang sesuai agar cepat dikerjakan inilah nilai mengapa pemula tidak disarankan untuk mengubah kode template blog secara langsung di halaman Tema. Sebaiknya hindari perubahan kode yang hanya mencoba-coba lebih baiknya lagi waktu tersebut digunakan untuk membuat konten berkualitas dan fokus kepada pembaca.

5. Tampilan Blog Menjadi Berantakan

Dampak negatif selanjutnya yaitu tampilan blog jadi berantakan. Yaps ini sudah sering terjadi dikalangan blogger terutama bagi pemula yang baru terjun di dunia blogging. Semua pengkodean template blog semuanya berbeda-beda serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita kerap sekali ingin memiliki fitur seperti situs A yang bisa melakukan ini itu dengan baik tapi tidak bisa berbuat banyak alhasil hanya mencoba-coba dan akhirnya tidak sama persis dengan situs A.

Seperti contoh widget ataupun ingin mempercantik tampilan komentar dengan desain masing-masing. Ini mengharuskan paham terhadap bahasa pemrograman karena tidak asal sembarangan mengedit, salah sedikit mungkin akan menyebabkan tampilan akan berbeda jauh dari defaultnya. Biasanya untuk template blog berbayar ada dokumentasi itupun hanya tutorial mengedit widget seadanya tanpa merubah struktur kode menyeluruh. Jadi, sangat tidak disarankan jika belum memahami secara dasar bahasa pemrograman.

Demikian ulasan terkait dampak negatif sering mengganti template blog yang kerap kali menjadi keluh kesah seorang blogger pemula. Jadikan pengalaman ini menjadi pembelajaran dan terus semangat membangun blog yang berkualitas. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar

0 Komentar