Perusahaan Banijay Group Diserang Ransomware DoppelPaymer dan Informasi Sensitif Dicuri Peretas

Company-Banijay-Group-Hackers

Banijay Group merupakan perusahaan multinasional berbasis di Prancis dan ia juga memiliki program internasional seperti MasterChef, BigBrother, Fear Factor dan sebagainya. Namun, kabar buruk baru saja menimpa, Banijay Group konfirmasi adanya serangan ransomware DoppelPaymer pada awal bulan November dan menurutnya informasi sensitif data karyawan juga berhasil dicuri penyerang.

Kemarin Banijay Group baru saja secara terbuka menyampaikan bahwa insiden serangan ini menyebabkan data karyawan beserta data sensitif milik perusahaan berpotensi kebocoran data.

Banijay Group juga memiliki anak perusahaan besar lainnya, seperti Brainpool TV, Zodiak Media Limited dan Endemol Shine Group yang baru saja di akuisisi sebesar $2.2 miliar pada Juli 2020.

Lebih dari 120 anak perusahaan di bawah tangan Banijay Group yang tersebar di 22 wilayah dan termasuk perusahaan internasional terbesar di belakang merk hiburan global terbesar termasuk konten naskah dan non-naskah.

Daftar merk yang dimiliki oleh Banijay Group termasuk juga seperti Yellow Bird, Shine TV, Endemol UK, Tiger Aspects Production, Screentime, Magnolia, Zodiak Kids Studios, Terence Films SAS, Bunim/Murray Production, 51 Minds Entertainment, Kudos, Nordisk Film, Zig Zag Ltd, ChannelFlip, The Comedy Unit, Deal or No Deal dan masih banyak lagi.

Insiden ini hanya menargetkan jaringan yang dimiliki oleh Endemol Shine Group dan Endemol Shine Internasional. Tampaknya penyerang tidak secara langsung menyerang Banijay Group melainkan berfokus pada anak perusahaannya.

Baca Juga: 

Banijay Group meyakini bahwa penyerang tersebut telah berhasil mendapatkan data karyawan dan data sensitif perusahaan yang sudah disusupi.

Terkait insiden tersebut, Banijay Group secara cepat langsung melaporkan kejahatan dunia maya kepada otoritas kepolisian lokal Inggris dan Belanda sesuai lokasi perusahaan itu berada.

Anak perusahaan Banijay Group yang memproduksi audiovisual juga turut membantu mempekerjakan peneliti keamanan siber untuk menganalisis dan menyelidiki bagaimana penyerang melakukan ini semua.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Banijay terkait insiden itu, "Kelompok global yang kami miliki sedang menyelidiki situasi dengan spesialis independen dan saat ini kami telah melaporkan masalah tersebut kepada otoritas lokal Inggris dan Belanda."

"Kami terus mengambil langkah yang sesuai dan selalu berkomitmen untuk menjaga seluruh data karyawan dengan baik. Jadi, kami saat ini sedang melakukan investigasi terkait kasus data karyawan yang berhasil dicuri dan disalahgunakan, jikalau informasi itu benar, kami akan menghubungi masing-masing individu yang terkena dampak," tambah Banijay Group.

Banijay hanya mengkonfirmasi bahwa anak perusahaannya diserang ransomware dan data karyawan mungkin sudah berhasil diambil. Akan tetapi, geng ransomware DoppelPaymer mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

Geng ransomware DoppelPaymer membuktikannya dengan membagikan dokumen penting yang diduga berhasil dicuri dari sistem jaringan Endemol Shine Group. Taktik serangan ini kemungkinan sangat mirip dari apa yang dilakukan oleh ransomware Maze awal bulan Februari lalu.

Operator geng ransomware DoppelPaymer juga memiliki sepak terjang yang handal dalam menginfeksi seluruh korbannya termasuk perusahaan besar. Geng ini juga diklaim sering meminta uang tebusan sebagaimana kasus perusahaan milik negara Meksiko yang bernama PEMEX disuruh melakukan transfer Bitcoin sebesar $4,9 Juta.

Posting Komentar

0 Komentar