Sukses Jadi Pendiri Muslim Pro, Tapi Data Pengguna Malah Dijual ke Militer AS

Sukses Jadi Pendiri Muslim Pro, Tapi Data Pengguna Malah Dijual ke Militer AS

Photo: Erwan Mace ft Nik Emir Din (connectone)

Santar terdengar kabar aplikasi Muslim Pro yang memiliki segudang fitur Islamiyah di dalamnya, namun siapa sangka dibalik isi aplikasi yang serba Islam namun cara tidak bersih dilakukan di balik bisnis jual beli data lokasi penggunanya kepada pangkalan militer Amerika. 
Aplikasi Muslim Pro didirikan pada April 2008 oleh Erwan Mace sekaligus pendiri dari Bitsmedia. Setelah empat tahun berjalan, aplikasi tersebut sudah di unduh lebih dari 10 Juta pengguna di seluruh dunia termasuk Indonesia. Namun, data saat ini lebih dari 95 Juta pengguna Android dan iOS mengunduhnya.

Muslim Pro berfokus menawarkan fitur Islami di perangkat mobile yang diantaranya adalah waktu adzan sesuai negara, audio Al-Qur'an, restoran halal, lokasi masjid, arah kiblat, kalender hijriah dan berbagai fitur menarik lainnya. 

Erwan Mace melihat banyaknya aplikasi serupa, namun belum ada yang memiliki fitur lengkap dan rasanya seperti ada yang kurang. Akhirnya ia mencoba merilis dan memperkenalkan aplikasi layanan Islami yang lengkap serta memberikan lokasi restoran maupun masjid secara akurat.

Muslim Pro kini sudah menerbangkan sayapnya di beberapa negara Uni Eropa, Timur Tengah dan Asia Pasifik seperti, Inggris, Perancis, Kanada, Amerika, Malaysia, Indonesia, Singapura, Arab Saudi, Iraq, Uni Emirat Arab yang masing-masing memiliki unduhan terbanyak saat ini.

Tidak hanya sebagai pendiri dari Bitsmedia dan Muslim Pro, Erwan Mace juga pernah bekerja sebagai Chief Technology Officer (CTO) perusahaan Soundbuzz, konsultan perusahaan Web Application Firewall Akamai, Chief Technology Officer (CTO) dari Viven hingga jabatan Developer Relation dari Google kawasan Asia Tenggara.

Di tahun 2010, aplikasi Muslim Pro mulai terlihat perkembangannya dengan mendapatkan jumlah unduhan 10 Juta pengguna dan di pertengahan 2015 menjadi 20 Juta pengguna aktif hingga data saat ini dari situs resmi Bitsmedia, pengguna yang sudah mengunduh di Android dan iOS sudah mencapai 98 Juta.

Siapakah Dalang Jual Beli Data Lokasi Muslim Pro?

Lebih dari 10 tahun berjalan dan sukses di berbagai negara Islam, namun tujuan dan maksud pembuatan aplikasi Muslim Pro perlu dipertanyakan apakah pengembang atau pendirinya benar-benar membantu umat Islam atau ada sesuatu dibaliknya dan mengapa ia sampai berani menjual data lokasi pengguna setianya kepada militer Amerika Serikat.

Pihak Bitsmedia belum mengkonfirmasi secara rinci terhadap media berita nasional maupun internasional terhadap skema penjualan data lokasi pengguna aplikasi Muslim Pro kepada militer Amerika. Namun, tampaknya pengembang aplikasi tergoda terhadap biaya dari pihak ketiga yang sangat besar.

Dengan di jualnya data kepada X-Mode dan diteruskan ke militer AS, maka yang akan terjadi adalah mengumpulkan informasi perangkat tertentu berdasarkan:
  • Precise Location Data, yaitu pelacak koordinat garis lintang-bujur melalui jaringan Wi-Fi, menara tower seluler serta mendeteksi berapa lama perangkat Anda di suatu tempat.
  • Relative Location Data, yaitu mendeteksi suatu lokasi yang dikunjungi seperti restoran, stadium, pusat perbelanjaan dan lain-lain.
  • Informasi tanggal dan waktu perangkat.
  • Advertising
  • dan lain-lain.
Informasi tersebut membantu pihak lainnya yang tertarik dengan data lokasi untuk penggunaan mendapatkan calon audiens hingga membantu organisasi tertentu dalam penelitian wawasan dan keuangan. X-Mode juga bekerja sama dengan instansi pemerintah maupun organisasi kesehatan dalam menangani lalu lintas pencegahan penyakit, keamanan siber, anti cybercrime maupun penegakan hukum.

#news #muslimpro

Anda mungkin menyukai postingan ini