Pengertian, Jenis dan Cara Kerja DDoS Attack


LocalHunter - Jika Anda pernah menemukan salah satu website yang diserang oleh peretas dan sulit diakses mungkin saja itu adalah serangan DDoS. Selain kerentanan ternyata DDoS juga termasuk serangan paling berbahaya dan terganas di internet yaitu dengan cara membanjiri traffic dengan botnet untuk menonaktifkan layanan sementara website bahkan bisa lama tergantung seberapa besar serangan DDoS tersebut dilancarkan.

Apa Yang Dimaksud DDoS Attack ?

Distributed denial-of-service atau lebih dikenal dengan nama DDoS adalah sebuah serangan yang paling berbahaya dan berujung kerugian dari sisi website dan layanan yang dimilikinya. DDoS sempat menjadi berita trending di tahun lalu sebab serangan ini berhasil mengganggu sistem layanan dari sebuah perusahaan saham di eropa. Tujuan serangan DDoS pada umumnya membuat web / layanan tidak dapat diakses seperti biasanya dan peretas biasanya memiliki sebuah jaringan yang amat besar untuk melakukan serangan DDoS.

Konsep Cara Kerja DDoS Attack

Walaupun cara kerja dari serangan DDoS bisa dikatakan sederhana namun dampaknya tidak main-main apalagi serangan itu menyasar ke sebuah website contohnya yang memiliki layanan seperti halnya Facebook, Github atau BBC bayangkan jika web seperti itu diserang dengan DDoS maka user akan mencari alternatif sosial media yang lebih aman serta lebih baik dan itu mengakibatkan kerugian yang amat besar.

Jika Anda mengetahui layer OSI maka serangan DDoS bisa dipelajari melalui layer yang ada di bawah ini:
  • Network Layer (ICMP Floods)
  • Data Link Layer (Ping of Death Floods Ethernet)
  • Transport Layer (SYN Floods, UDP Floods, Smurf Attacks)
  • Application Layer (PDF GET Request Floods, HTTP Form POST)

Baca Juga : Bagaimana Cara Mencegah Serangan DDoS Di Era Modern

Jenis-Jenis Serangan DDoS 

Berdasarkan dari layer OSI DDoS dapat dikategorikan dalam serangan yang berbeda-beda dan diantara kategori dapat menggabungkan serangan yang modern dan berdampak tinggi diantara lain yaitu:
  • DDoS Application Layer Attack. Serangan ini umumnya akan menargetkan halaman sebuah website yang berkaitan dengan GET dan POST. Banyaknya lalu lintas request mengakibatkan website tidak bekerja secara normal.
  • DDoS Protocol Attack. Jika Application Layer menyerang halaman web maka untuk jenis serangan protocol akan mengexploitasi TCP yang sebenarnya terdapat kerentanan pada server.
  • DDoS Volume Based Attack. Untuk serangan yang satu ini bisa dikatakan powerfull dikarenakan peretas akan mengirimkan sumber daya bandwith yang sangat besar untuk menyerang sebuah jaringan.
  • DDoS UDP Based Attack. Serangan ini umumnya mengacu pada UDP yang bersifat publik yang artinya bisa diakses oleh siapapun dengan demikian peretas akan membuat sumber lalu lintas yang padat untuk menyerang server korban melalui UDP.
  • DDoS DNS Flood Amplification Attack. Serangan ini menargetkan DNS publik dan melakukan request nama DNS dengan sumber palsu yang diarahkan menjadi alamat sumber korban. Peretas / penyerang dalam hal ini akan mengirimkan lalu lintas pada informasi zona dalam jumlah yang banyak.
Daftar jenis diatas hanya sebagian dari serangan DDoS populer namun sebenarnya masih terdapat beberapa jenis serangan DDoS lainnya seperti NTP amplification, Chargen Reflection, TFTP Amplification Attack dan masih banyak lagi.

Dengan berbagai jenis serangan DDoS sudah seharusnya sebagai pengelola sebuah website harus mencegah dan berhati-hati sewaktu-waktu mungkin saja DDoS akan menyerang entah itu skala rendah atau skala besar sekalipun. Serangan DDoS masih populer untuk menargetkan web yang memiliki layanan online dan biasanya penyerang akan mengancam meminta tebusan sebelum DDoS dilancarkan.

Demikian seputar informasi mengenai Pengertian, Jenis dan Cara Kerja DDoS yang seharusnya kita ketahui. Jika Anda ingin memperkuat website saat ini ada beberapa vendor anti-ddos seperti Cloudflare, CSCDBS, Imperva dan masih banyak lagi.

No comments for "Pengertian, Jenis dan Cara Kerja DDoS Attack"