Inilah Perbedaan CodeIgniter dan Laravel Super Lengkap


Saat ini bahasa pemrograman PHP masih menjadi favorit web developer di Indonesia sebab perusahaan-perusahaan membuka lowongan pekerjaan dengan persyaratan menguasai diantara framework ini yaitu CodeIgniter ataupun Laravel. Dengan adanya dokumentasi yang lengkap ditambah dengan banyaknya komunitas kedua framework ini menjadikan pembelajaran yang menarik untuk ditekuni.

Simpelnya, CodeIgniter adalah framework PHP dengan kerangka model menggunakan MVC sebagai pengembangan sebuah website dengan simpel, cepat dan praktis terlebih lagi CodeIgniter sangat disarankan untuk pemula yang ingin belajar menggunakan framework. Sedangkan Laravel adalah framework PHP buatan programmer bernama Taylor Otwell yang dimana pembuat laravel tersebut juga pernah menggunakan CodeIgniter namun dikarenakan keinginan yang belum terpenuhi akhirnya ia menciptakan Laravel dan untuk framework Laravel lebih direkomendasikan kepada web senior tapi untuk pemula tak jadi masalah.

CodeIgniter

Sebelumnya sudah diberi kunci jawaban mengenai CodeIgniter, yaitu framework PHP yang mendukung kerangka model MVC. CodeIgniter menjadi salah satu framework PHP yang paling sering dipelajari untuk pemula yang ingin menjadi web developer dengan ukuran yang tidak besar dan terdapat user guide sangat lengkap.

CodeIgniter adalah salah satu opsi dari framework PHP terbaik lainnya untuk membangun website dinamis menggunakan PHP dan perpaduan dengan bootstrap selain itu CodeIgniter juga tidak memaksakan para penggunanya untuk bergantung pada MVC yang berarti siapapun memiliki kebebasan dalam membangun sebuah website.

Dukungan DBMS CodeIgniter

  • MySQL
  • PostgreSQL
  • MongoDB
  • Mssql
  • Oracle
  • DB2
  • Firebird
  • SQLite
  • etc

Kelebihan CodeIgniter

  • Adanya MVC memudahkan segalanya.
  • Ukuran yang ringan tanpa adanya tambahan pihak ketiga.
  • Fitur keamanan mendeteksi serangan Cross-site-scripting (XSS) dan CSRF.
  • Tersedia validasi data dari form.
  • Dukungan sistem hooks dan class extension berguna untuk menambahkan library / helper sendiri.
  • Dukungan inbuilt class.
  • Mendeteksi kesalahan logging.
  • User friendly terhadap pemula.

Kekurangan CodeIgniter

  • Tidak tersedianya fitur modularitas.
  • Tidak tersedia fasilitas mengenai REST APIs.
  • Tidak tersedia template engine.
  • Tidak tersedia fitur otentikasi layaknya Laravel.
  • Tidak tersedia alat pengujian seperti PHPUnit yang dimiliki oleh Laravel.
  • Tidak memberikan jaminan keamanan mengenai HTTPS alias tidak mendukung secara penuh.

Laravel

Taylor Otwell adalah pembuat dari Laravel ia menciptakan sebuah framework PHP open source yang banyak digunakan oleh web senior yang sudah lama berkecimpung di dunia pemrograman PHP. Laravel memiliki lisensi bernama MIT dimana seluruh pengguna setianya bisa memodifikasi, menyalin dan membuat aplikasi web secara gratis walau demikian jika tidak dipelajari dengan baik itu menjadi potensi yang buruk bisa berupa terdapatnya bug ataupun lambat.

Laravel memudahkan programmer dalam membangun sebuah website melalui sintaks-sintaks yang terstruktur dan membantu dalam hal otentikasi, session, routing dan sejenisnya. Dengan dukungan super powerful hingga saat ini Laravel menjadi salah satu primadona framework PHP paling canggih dan komplit daripada kompetitor lainnya.

Dukungan DBMS Laravel

  • MySQL
  • PostgreSQL
  • MSSQL
  • Oracle
  • IBM
  • DB2
  • JDBC

Keunggulan Fitur Laravel

  • Dependency Management
  • Modularity
  • Authentication
  • Caching
  • Routing
  • Template Engine
  • Database Builder
  • ORM
  • File System
  • Debugging
  • Restful Controllers
  • Security detect SQLi, XSS and etc.
  • Migration

Perbedaan CodeIgniter dan Laravel

CodeIgniter

  • Database Model Object Oriented
  • Template PHP Proprietary
  • Tidak mendukung sepenuhnya mengenai HTTPs
  • Tidak tersedia fitur otentikasi
  • Tidak tersedia alat bantu pengujian unit inbuilt
  • Tidak tersedia REST API

Laravel

  • Database Model Relational Object-Oriented
  • Template Blade Engine
  • Dapat menentukan rute URL HTTPs
  • Tersedia fitur class authentication
  • Bantuan unit testing menggunakan PHPUnit
  • Tersedia REST API Controllers

Kesimpulan

Keduanya memang sangat digemari oleh programmer di Indonesia dikarenakan sudah banyak komunitas, group dan forum yang bertebaran di sosial media memungkinkan siapapun dapat belajar tentang CodeIgniter dan Laravel sepenuhnya. CodeIgniter dan Laravel mempunyai kelebihan masing-masing itu tergantung bagi Anda untuk memilih salah satunya mana yang paling terbaik untuk project website yang akan dibuat. Banyaknya fitur yang terdapat di Laravel membuat framework ini menjadi lebih profesional untuk memenuhi kebutuhan programming.

No comments for "Inilah Perbedaan CodeIgniter dan Laravel Super Lengkap"