Serangan Ransomware Yang Mengancam Dunia Kesehatan

Serangan Ransomware Yang Mengancam Dunia Kesehatan


Ransomware tidak mengenal organisasi, personal pribadi, perusahaan maupun pemerintahan. Serangan ini menyangkut siapa saja, bagi mereka yang terkena biasanya akan terdapat notifikasi bahwa harus melakukan tebusan biaya sesuai isi dari ransomware tersebut.

Beberapa pakar peneliti keamanan menyebutkan pada tahun 2015 ditemukan kasus ransomware berjumlah kurang lebih 150 jenis berbeda. Jenis ransomware yang pernah terjadi pada saat itu dan sampai sekarang masih ada yaitu ransomware encrypted web server, lockscreen message, mobile encrypted, crypto ransomware dan masih banyak lagi.

Ransomware melakukan serangan dengan berbagai teknik mulai dari kurangnya pembaruan dalam sebuah aplikasi, misskonfigurasi sampai yang sangat populer yaitu mengexploitasi Windows SMB. Serangan hebat terjadi pada rentang waktu 2016 - 2019 yaitu berita tersebarnya ransomware wannacry di seluruh penjuru dunia dan ransomware mempengaruhi terutama sektor kesehatan.

Tidak hanya mengexploitasi Windows SMB, namun penyerang bisa saja melakukan teknik lain seperti RDP (Remote Desktop Protocol) kamu bisa cek pada CVE berikut :
  • CVE-2019-1181
  • CVE-2019-1182
  • CVE-2019-1222
  • CVE-2019-1226
Bicara biaya tebusan dari ransomware sangat tinggi kisaran mencapai $60.000 dalam jangka waktu 2016 - 2019 itu belum termasuk biaya pemulihan dan sesuai kemauan penyerang apa saja yang harus dilakukan demi melepaskan jeratan dari ransomware yang ganas itu.

Mengingat saat ini sedang pandemi COVID-19 ransomware, malware dan lainnya meningkat kembali secara signifikan. Ryuk Ransomware merupakan salah satu dari beberapa jenis ransomware yang bisa dikatakan bandel. Ryuk Ransomware terus menyerang organisasi kesehatan dan tidak mengerti kondisi saat ini yang sedang terjadi.


BleepingComputer menanyakan kepada pembuat ransomware yang menyerang organisasi sektor kesehatan dari 7 yang sudah ditanyakan hanya Maze  ransomware dan DoppelPaymer ransomware yang menjawab dan mereka mengatakan tidak akan menyerang organisasi kesehatan tetapi itu belum di klaim kebenarannya.

Dari serangan-serangan ransomware yang menargetkan dan menyerang organisasi kesehatan hampir terjadi sepenuhnya pada Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kabar berita tentang Ryuk Ransomware belum sampai ke Indonesia semoga saja warga negara Indonesia selalu berhati-hati dalam berselancar di internet dan selalu waspada pada sesuatu yang mencurigakan tentang informasi seputar COVID-19 karena maraknya ransomware dan malware yang sedang bertebaran.


Anda mungkin menyukai postingan ini