Sejarah Linux Dari Awal Hingga Populer Sampai Sekarang

Sejarah Linux Dari Awal Hingga Populer Sampai Sekarang



Banyak orang yang ingin merasakan sensasi open source yang satu ini mulai dari tools pentest yang cukup menarik ataupun penggunaan yang unik. Kelebihan dari linux inilah yang menjadikan orang menjadi tertarik padanya. Mari langsung ke dalam topik sejarah linux.

Ini adalah sebuah proyek pribadi yang dimana tujuannya membuat sistem operasi yang bebas dalam arti penggunaan bagi user tersebut. Linux dimulai pada tahun 1991 oleh seorang mahasiswa asal Finlandia yang bernama Linus Trovalds.

Pertumbuhan tahun demi tahun oleh Linus Trovalds yang pada awalnya hanya kode kecil pada file C yang melarang distribusi komersil pada akhirnya tahun 2018 sudah mencapai nilai kode yang menakjubkan yaitu sekitar 24juta baris kode program.

Linus Trovalds mendistribusikan sistem operasi miliknya di Internet secara gratis alhasil sungguh diluar dugaan perangkat lunak yang ia kembangkan dikelola oleh ribuan orang dari penjuru dunia untuk membangun sistem operasi yang lebih baik.

Linus Trovalds mendapatkan inspirasi dari sebuah perangkat lunak lainnya yaitu Minix yang masih sederhana pada saat itu. Minix sendiri dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Pada saat itu linus mengembangkan sistem operasi miliknya pada suatu grup diskusi yaitu comp.os.minix berkaitan dengan sistem Unix skala sederhana bagi pengguna Minix yang ingin mendapatkan lebih tinggi.

Linux secara resmi mengumumkan versi pertamanya yang sudah berhasil menjalankan sebuah program bash dan gcc namun banyak yang tidak berfungsi. Fokus utama dalam pengembangan linux seperti dokumentasi, kernel dan pendistribusian yang luas sisanya sudah selesai diatasi.

Saat ini linux sudah memiliki fitur yang dimiliki oleh Unix seperti multitasking, shared copy, TCP/IP Network dan lain sebagainya. Kelebihan yang dimiliki juga memuaskan untuk open source gratis termasuk update terbaru, keamanan diperbaiki secara berkala.

Linux diperuntukan kepada seseorang yang ingin membangun jaringan serta ingin mengasah keterampilan penetrasi testing. Sudah banyak para whitehat dan blackhat menggunakan sistem operasi linux dalam acuan yang paling besar yaitu open source dan tools yang ada di dalamnya mampu memenuhi kebutuhan mereka.

Anda mungkin menyukai postingan ini